Senin, 31 Oktober 2011

Kisah si Pinang Bermuka Galau

Masih dalam suasana Halloween
Selamat bagi yang merayakan, mohon maaf lahir dan batin (?)

Di #Edisi Halloween kali ini gue mau nge-share sebuah cerita serem yang sebenernya sih engga serem-serem amat, tapi cukup serem lah yah walaupun engga terlalu serem-serem juga sih, tapi lumayan serem lah (HEEEH!! SEREM APA ENGGA SIH SEBENERNYA?). Terlepas dari serem atau tidaknya cerita yang akan gue ceritain, satu yang pasti adalah cerita ini sempet bikin geger dan menghebohkan masyarakat banyak.

 "Masih inget aKkuuuUwwh?"

Oke sebelumnya, ada yang masih inget sama bocah kecil di atas?
Yes, He is PONARI!
Tentu masih inget juga kan yah sama fenomena batu ajaibnya yang konon katanya mampu mengobati berbagai jenis penyakit itu?

Tapi, TIDAK! Gue sama sekali bukan ingin bercerita tentang kisah bocah berbatu ajaib di atas sodara-sodara. Kali ini gue bakalan nyeritain sebuah kisah nyata yang serupa tapi tak sama dengan kisah si Ponari ini. Mari merapat!!

Kisah ini terjadi sekitar kurang lebih dua tahun yang lalu, ketika gue masih duduk di bangku kelas 3 Sekolah Menengah Atas. Jadi waktu itu, deket rumah gue itu kan ada mesjid, nah di belakang mesjid ini ada kompleks kuburan gitu. Kompleks kuburan ini nampaknya engga terlalu terurus, bahkan saking engga keurusnya, kuburan-kuburan yang ada disana banyak yang sudah engga kelihatan jelas ketutupan rumput-rumput dan pepohonan yang tumbuh di sekitar sana. Di kompleks kuburan itu banyak tumbuh pohon-pohon gede, tinggi, nan menjulang, salah satunya pohon pinang. Nah, di suatu waktu ada seseorang (bapak-bapak kalo engga salah sih) yang kebetulan lewat di area kuburan tersebut. Perhatian si bapak ini tiba-tiba tertuju pada sebuah pohon pinang yang ada di sisi deket jalan yang dilalui olehnya. Ada yang aneh dari pohon pinang ini!. Si bapak ini menfokuskan pada apa yang dilihatnya, pohon pinang tersebut ia dekati dan ia memperhatikan wujud rupa si pohon pinang yang tampak aneh ini. Si bapak shock, setelah diperhatikan secara seksama dan dalam jarak yang dekat, ternyata oh ternyata sisi depan/muka pohon pinang ini berbentuk menyerupai wajah manusia.

Kira-kira beginilah penampakan pohon pinang berwajah manusia tersebut
(mukanya galau yeee si pinang euy ha-ha-ha)

Biasa lah masyarakat desa, ada yang aneh-aneh dikit langsung pada heboh. Warga sekitar (termasuk GUE dan keluarga gue) pada berdatangan ke TKP buat ngeliat wajah galau si pinang ini.
Komentar gue setelah liat cuma "Oooh", dan gue langsung balik lagi ke rumah, tanpa mempedulikan orang-orang yang mulai ramai berdatangan.

Sejak ditemukannya pohon pinang berwajah menyerupai manusia ini, ya desa gue jadi ramai dikunjungi oleh orang-orang, ga hanya yang masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar sana, tapi masyarakat yang rumahnya bisa dikatakan jauuuuuh banget, ga ketinggalan dateng berbondong-bondong ke lokasi kejadian cuma buat ngeliat dan ngejawab rasa penasaran mereka sama rupa si pinang berwajah galau ini, bahkan parahnya lagi sampe ada yang rela nempuh perjalan lebih dari 6 jam dan bawa satu rombongan keluarga pake mobil. Ebuseeeet niat amat.

Pohon pinang berwajah galau manusia ini semakin hangat dan ramai diperbincangkan orang. Desa gue yang tadinya adem ayem, mendadak berubah jadi rame banget didatengin orang silih berganti. Engga pagi engga malem bunyi kendaraan, baik motor maupun mobil yang berseliweran ga ada berhenti-berhetinya. Astagaaaaa, how come? Pinang doang woooooy. Rumah gue yang halaman depannya cukup gede dan luas itu ikut-ikutan kena imbasnya, jadi tempat parkir dadakan bagi para pengunjung si pinang galau itu. Para pengunjung dengan enaknya melenggang cantik masuk halaman rumah gue dan memarkirkan kendaraan yang mereka bawa di sana tanpa permisi, lalu kembali melenggang cantik menuju lokasi kejadian si pinang ini beberapa meter dari rumah gue. Gggrrrrrr yah.
Gue pribadi (dan keluarga gue juga) sih ga terlalu masalah ya sama mereka-mereka yang parkir di halaman rumah, wong sehari-hari juga halaman rumah gue itu emang kebuka bebas gitu aja alias ga dipagerin. Jadi biasanya sering dipake orang-orang juga buat jadi tempat parkir kalo mau bertamu ke rumah tetangga-tetangga gue yang mungkin halamannya tidak cukup untuk parkir. Tapi kalo sampe penuh dan rame macem ini, sampe-sampe buat jalan aja susah, ditambah suara berisiknya orang-orang di sana, siapa yang engga kesel coba. Lebih parahnya lagi, ada oknum-oknum tertentu yang memanfaatkan hal tersebut untuk mendapatkan uang. Oknum-oknum tersebut menarik uang parkiran kepada para pengunjung yang memarkir kendaraannya di halaman rumah gue. Mereka berkeliaran di sekitar halaman rumah gue menunggu para pemarkir datang hingga malam hari tiba. Setelah selesai "bertugas" mereka pun membagi-bagikan secara rata uang hasil parkiran ini. Sesuatu yah! *siapa yang punya halaman rumah siapa yang dapet duit.

Balik lagi ke mas pinang berwajah galau, si mas pinang ini jadi mendadak eksis juga loh. Para pengunjung yang dateng tak henti-hentinya mengabadikan foto si mas pinang ini melalui kamera handphone yang mereka bawa, jepret sana jepret sini, oh mas pinang ini bener-bener bak artis ternama ibukota. Sesuatu!.

Warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian tampaknya membaca dengan cermat peluang bisnis yang cukup menggiurkan terkait fenomena pinang berwajah menyerupai manusia ini. Mereka memanfaatkan peluang ini untuk mendatangkan rejeki bagi diri mereka sendiri. Selain melalui penarikan biaya parkir tadi, banyak juga warga yang mulai berjualan makanan-makanan kecil dan minuman di sekitar lokasi kejadian. Tidak hanya itu, anak-anak kecil di sekitar sana pun tak ketinggalan mendapat uang dari fenomena ini, pengunjung yang berdiri jauh dan tidak bisa melihat secara dekat pohon pinang ini menyuruh anak-anak kecil ini untuk memotret si pinang tersebut dalam jarak yang dekat. Selesai memotret, anak-anak kecil inipun diberi uang beberapa ribu rupiah dari si pengunjung. Sesuatu (lagi) yah.

Setelah beberapa hari, pengunjung pohon pinang berwajah menyerupai manusia ini semakin ramai, dan rumah gue juga jadi semakin ramai pula tentunya, bahkan saking ramainya kendaraan yang lalu lalang di sekitar sana, jalan raya pun jadi agak macet, pengguna jalan raya jadi terhambat dengan banyaknya orang-orang dan kendaraan dari para pengunjung pohon pinang tersebut. Setelah beberapa hari ini pula, setiap pengunjung yang datang untuk melihat pohon pinang ini ditarik biaya beberapa ribu rupiah. Uang hasil kunjungan ini ditarik oleh sebuah keluarga yang rumahnya berada tepat di dekat lokasi kejadian dan masuk kantong mereka. Eh padahal itu kan kompleks kuburan loh, pinangnya juga tumbuh di kompleks kuburan yang kebetulan deket rumah mereka, kok bisa masuk kantong mereka yah, padahal bukan milik mereka juga tu pinang *bertanya*, tapi alhamdulillah-nya sih denger-denger sebagian uangnya tersebut mereka sumbangkan untuk mesjid deket sana itu. Sebagian lagi? hi-hi-hi :p.

Komentar gue pribadi sih mengenai fenomena ini yaaa buat gue ga ada yang spesial-spesial amat dari pohon pinang ini. Gue sih mikirnya ya tumbuhan gitu yah bisa tumbuh dan berkembang menjadi bentuk yang macem-macem kan, kebetulan aja ini berbentuk menyerupai wajah manusia. Yang bikin "hot"-nya itu sebenernya ya masyarakatnya itu sendiri, cerita kesana kemari membawa alamat jeng jeng dengan tambahan "bumbu" di setiap ceritanya. Itu yang bikin masyarakat biasanya jadi heboh. Apalagi pinang berwajah menyerupai manusia ini kan kebetulan tumbuhnya di atas tanah kompleks kuburan. Makin "sesuatu" lah si pinang ini menurut mereka.

Gue menemukan kalimat ini di salah satu blog :

"Menurut cerita, pohon tersebut dipercaya bertuah karena memendam sebuah benda keramat."
(Keramatnya apanya deh, pohon pinang doang)

"Beberapa warga yang meremehkan keajaiban ini dikabarkan ada yang kesurupan."
(Lah gue? Sangat amat meremehkan keajaiban ini, tapi ga kesurupan loooh)

Kebiasaan deh ya masyarakat kadang suka berlebihan dalam menanggapi fenomena "aneh" yang ada dan terjadi di kehidupan sehari-hari kita, terlebih sama urusan yang berkaitan dengan mistis-mistisan macem si pinang bermuka galau ini. Hmm.
Selain jadi bahan omongan orang-orang, si pinang berwajah menyerupai manusia ini juda jadi heboh di surat-surat kabar, dan gue baru tahu masuk Kaskus juga ternyata : Pohon Pinang
Uwoow desa gue masuk Kaskus, 9aHo3L kan desa gue *HEH?* --"

Komentar kalian?
Read More..

Sabtu, 29 Oktober 2011

UTS oh UTS

Penampakan kartu kuning--Kartu Studi Mahasiswa
yang sudah terisi penuh oleh tanda tangan

"29 Oktober tahun 2011
Itulah hari kemerdekaan saya
Hari merdeka jiwa dan raga
Hari bebasnya dari beban UTS
Mer..De..Ka!"
(dinyanyikan dengan irama lagu Hari Merdeka, dengan ketukan 4/4, nada dasar do=bes #Ngaco).

Di hari yang bersejarah ini, tepat di tanggal 29 Oktober 2011,pukul 12.30 Waktu Indonesia Galau Barat, dengan bangga saya memproklamasikan hari merdekanya saya dari belenggu Ujian Terlalu Sulit Tengah Semester (UTS) di semester tiga ini. Merdeka!

Ya, setelah kurang lebih sepuluh hari melewati masa-masa sulit UTS, masa yang penuh akan derita dan air mata, akhirnya hari ini UTS gue selesai juga. Huuuuuuuh. #MenghelaNapasPanjang #LangsungBuangBukuKeTongSampah.Eh?

Mau me-review sedikit perjalan UTS pertama gue di jurusan tercinta "Komunikasi dan pengembangan Masyarakat". Cek maricek!

19 Oktober 2011 : Ilmu Penyuluhan (Ilnyu) dan Metode Statistika (Metstat)

Ga tanggung-tanggung, UTS hari pertama langsung dihajar sama 2 mata kuliah sekaligus. Parahnya lagi, 2 mata kuliah ini adalah mata kuliah keramat! yang Ilnyu materinya subhanallah banyak sekali dan yang satunya lagi, Metstat, materinya hitung-hitungan yang kurang begitu gue senangi.

Penampakan "kitab suci" Ilnyu yang sama sekali
TIDAK UNYU dan sangat kuno ini

Ilnyu sukses bikin gue s-t-r-e-s. Ada 7 bab dengan materi yang sangat tidak manusiawi untuk dipelajari dan dihapal dalam waktu SATU MALAM. Oke mungkin salah gue juga kali ya, engga nyicil-nyicil belajar dari jauh-jauh hari.Niat doang sih dulu mau nyicil, tapi kenyataannya nihil. Akibatnya ya ini, keteteran sekali pas mau ujiannya. Jurus andalan "SKS"--Sistem Kebut Semalam pun terpaksa dilakukan. Tujuh bab tebal dijejalkan dengan paksa ke otak dalam waktu satu malam. Sungguh cerdas!.
Bagaimana ujiannya?
Susah sekali!! Ada empat jenis soal: Benar-Salah, Pilhan Ganda, Isian Menjodohkan, dan tak ketinggalan essay beranak pinak. Buset, mata gue udah jeleng aja liat soal sebundel tebal yang harus gue kerjakan dalam waktu yang sangat terbatas. Bagian yang paling banyak menguras waktu dan tenaga adalah bagian essay. Gue diharuskan menganalisis bacaan dan menguraikan sedemikian rupa penjelasannya dengan mengaitkannya dengan teori yang ada di buku. Edan. Tangan gue pegal. Otak gue keriting.
Untuk bagian yang lain, macem BS, PG, Isian Berjodoh, gue ngisi apa yang gue tahu, dan selebihnya asal tembak. Mana yang bagus, itu yang gue pilh. Sungguh cerdas bukan! Ha-Ha-Ha.

Lalu METSTAT?
Salah satu mata kuliah yang paling gue takutkan ya mata kuliah HITUNG-HITUNGAN! Yang menghancur leburkan IP gue di semester 1-2 kemaren ya mata kuliah hitung-hitungan macem Pengantar Matematika, Fisika, Kimia, dan kolega-koleganya.
Gue sudah belajar habis-habisan supaya bisa menaklukkan mata kuliah ini agar tidak menghancurkan kembali IP gue di semester ini. Alhamdulillah dan sesuatu sekali, gue bisa mengerjakan soal-soalnya dengan baik dan (insya Allah) benar. Jenis soalnya ada tiga: Benar-Salah (lancar), Pilihan Ganda (Lancar tapi agak bingung), dan Essay (lancar abisss). Gue engga ngejawab full soalnya, karena ketentuannya yang kalo salah di-minus 1, kalo salah poin 2, dan kalo tidak dijawab poin 0. Yang ragu-ragu jawabannya gue tinggalin aja, maleskan di-minus 1.Mending ga diisi.
Keseluruhan lancar jaya ujian Metstat ini, dan baru kali ini ada mata kuliah hitung-hitungan yang bisa membuat gue keluar dari ruangan ujian dengan muka berseri-seri dan penuh senyum manis semanis kue es buah buatan chef Farah Queen di acara masak-memasak itu.

20 Oktober 2011 : Perilaku Konsumen (Perilkon)

Penampakan Buku Ilmu Konsumen

UTS hari kedua bersemangat sekali! Selain sudah bebas dari dua mata kuliah keramat itu, subjek ujian di hari kedua ini cukup menyenangkan. Perilaku Konsumen ini mata kuliah yang materinya enak seenak enaknya. Bukunya juga enak sekali untuk dibaca dan dipelajari. Bahasanya mudah dipahami dan engga terlalu berat dicerna otak gue yang pas-pasan ini. Tapi lumayan banyak sih ya.
Akan tetapi sayang sekali pas ujiannya ge bisa ngerjain maksimal. Gue sangat menyesal pas belajar meng-ignore alias mengabaikan materi-materi tertentu untuk gue pelajari, dan mampusnya materi yang gue ignore itu banyak sekali ditanyakan di bagian essay. Justru materi yang gue yakini sekali bakal banyak keluar di ujian, cuma keluar dikit, itupun di bagian pilhan ganda. Nyesek.

21 Oktober 2011 : LIBUR alias GA ADA UJIAN

-

22 Oktober 2011 : Dasar-dasar Komunikasi (Daskom)

Buku Daskom, I like it!

Ini salah satu mata kuliah favorit gue. Asal tahu aja, bukunya enak banget buat dibaca. Materinya menyenangkan banget, dan yang paling penting, bukunya ga lebih kayak novel. Kertas buku dan wangi bukunya bener-bener layaknya novel. Belajar Daskom ya seolah-oleh baca novel Harry Potter gue.
Ujiannya? Pilihan ganda dan Benar-salah lancar. Kendala di essay bagian-bagian akhir, materi yang udah gue hapal sedemikian rupa tiba-tiba hilang aja dari otak, blank! dan gue pun mengarang bebas di beberapa nomor essay.

23 Oktober 2011 : LIBUR, hari Minggu!

-

24 Oktober 2011 : Berpikir dan Menulis Ilmiah (BMI)

Kasusnya sama seperti Daskom. PG dan BS lancar jaya, tapi essay bagian akhir mengarang bebas.

25 Oktober 2011 : Pengantar Manajemen (Pengamen)

UTS paling kurang ajaaaar jatuh kepada : Pengamen!
Hancur parah, ngerjainnya ngasal semua dan sedikit yang gue jamin bener.
Materi Pengamen ini ga nanggung-nanggun 11 bab coba. Materinya abstrak dan harus dihapal mati di luar kepala. Bikin stres gue dan teman-teman gue lainnya.
Pas ujian juga banyak banget temen-temen gue yang namanya dicatet pengawas ujian gara-gara berisik dan nanya kiri-kanan. Tapi emang susah iniiiii mata kuliah. Hopeless.

26 Oktober 2011 : Libur

-

27 Oktober 2011 : Sosiologi Pedesaan (Sosped)

Udah ngebayangin kalo soalnya bakal susah banget, dan ternyata eh ternyata yang keluar cuma 4 buah soal essay, dan itu mudah sekaliiiiiii. Ah senangnya ujian mata kuliah ini.
Harusnya soal ujian yang bagus itu ya kayak soal Sosped ini. Kita dibiarkan menuangkan ide dan pendapat kita mengenai sesuatu hal, bukan terpaku pada materi/teori yang harus dihapal mati sampe titik koma di luar kepala. Kecup hangat deh buat ibu dosen yang bikin soal macem ini. #eeeeh.

28 Oktober 2011 : Libur

-

29 Oktober 2011 : Ujian Praktikum Sosped

Ujian terkahir yang baru saja gue tuntaskan. Sama sih model soalnya kayak ujian tulis Sosped sebelumnya. Lancar lah yah.Alahmdulillah.

***

Itulah sedikit gambaran perjalanan ujian gue kali ini. Banyak sih hal-hal menarik dan kocak lainnya selama menghadapi ujian kali ini. Mulai dari yang stres-stresan belajar materi yang banyak dalam waktu semalam, update-an update-an status ngeluh tentang ujian di Twitter atau BBM, belajar online via Twitter sama temen-temen yang lain, dan masih banyak lagi.
Jujur, ujian kali ini cukup banyak gangguan yang menghambat proses belajar. Pertama, HAPE! ini pengganggu paling besar, gue yang udah mau fokus ke pelajaran eeeh suka diganggu sama ni hape, akhirnya keterusan maen hape dan males-malesan belajar lagi. Selain itu juga gue cukup terganggu dengan suara berisik anak-anak kosan yang kalo lagi nonton tv ga kira-kira, perpaduan suara tv dan suara mereka ngobrol nyampur jadi satu bikin gue muleeees dengernya, jadi ga konsen belajar! Padahal mereka juga lagi UTS sama kayak gue. Lagian posisi kamar gue juga sih yang agak kurang bagus. Kamar gue tepat di depan ruang tamu (ruang tv) kosan, ya harus tahan lah sama suara berisiknya penghuni kosan.

Gue pribadi merasa masih belum bisa maksimal dalam mengerjakan UTS kali ini, tapi setidaknya gue sudah berusaha semaksimal dan setotal mungkin baik dalam blajar maupun berdoa. Tinggal bertawakkal dan memasrahkan diri akan hasilnya nanti kepada Allah S.W.T. Semoga saja bisa mendapatkan hasil yang terbaik dan memuaskan nantinya. Amin.

Yang jelas sekarang sudah merdeka!
Sekali merdeka tetap merdekaaaaaaaaaa!


Read More..

Minggu, 02 Oktober 2011

Mitos!

Kita sering mendengar atau bahkan sering mengucapkan :
"halah, cuma mitos!"
atau
"Mitos doang, ga usah percaya"

Mitos. Mitos. Mitos. Apa itu mitos?

Dalam kamus Webster New World College Dictionary 3rd Edition, kata “myth” diartikan sebagai : “1) any fictitious story; or unscientific account, theory, belief, etc 2) any imaginary persons or thing spoken as though existing.” Artinya : 1) sembarang kisah atau cerita fiksi (tidak nyata/khayalan/dongeng); atau kejadian, teori dan kepercayaan dan lain-lain yang tidak bersifat ilmiah. 2) sembarang orang atau sesuatu yang dikatakan seolah-olah benar-benar ada. (Blog Ki Umar)

Kita hidup di tengah-tengah masyarakat yang begitu kompleks dan beraneka ragam. Mitos yang kebanyakan berkembang di masyarakat kita memang selalu terkait dan tidak pernah terlepas dari ketiga kata yang gue tebalkan di atas. Di era seperti saat sekarang ini, Mitos, seolah tersalip oleh kerasionalitasan pikiran kita, tapi tak sepenuhnya memudar. Entah (masih) dipercaya atau tidak, namun mitos, pada kenyataanya akan selalu ada, berkembang, dan akan selalu menjadi bagian dari kehidupan kita semua.

Berikut 30 mitos "engga boleh", yang pernah gue denger dan gue dapatkan. Unik, lucu, unreasonable, dan menarik untuk dikomentarin. Cekidot!

  1. Engga boleh gunting kuku malem-malem--biar ga terluka kali ya potong kuku malem-malem, secara malem kan cahayanya rada remang-remang (warung kaliii remang-remang).
  2. Engga boleh duduk di atas beras, ntar rejekinya seret--Rejeki di tangan Tuhan, bukan di tangan beras!
  3. Engga boleh duduk deket pintu, ntar jodohnya susah--Jodoh di tangan Tuhan, bukan di tangan Pintu! (Emang pintu punya tangan?) Plak.
  4. Engga boleh tidur sore-sore pas Maghrib--Jangan tidur mulu, sholat makanya sonooo!
  5. Engga boleh naruh tangan di atas kening pas tidur, ntar cepet mati--Maut di tangan Tuhan, bukan di tangan jidaaaaat!
  6. Engga boleh tidur di kasur sebelum kasurnya dibersihin--Kalo langsung ditidurin ntar nindih setan yang lagi tidur di atas kasur kita. Setan tau aja kasur empuk ih!
  7. Engga boleh mandi malem-malem--Ini kenapa ya kira-kira? Hmm.
  8. Engga boleh maen di luar rumah pas gerimis, ntar keinjek anak setan--Ngakak banget sama mitos ini. Anak setaaaan? Hahahaha
  9. Engga boleh keluar pas Maghrib bagi ibu-ibu lagi hamil, ntar kandungannya diganggu setan--Mending di rumah aja nonton si Amira, ga usah keluar malem-malem, bu hamil -_-.
  10. Engga boleh bawa nasi ke luar malem-malem, ntar nasinya diaduk-aduk setan sampe basi--Gue curiga ni setan pernah ikut acara Masterchef, jago banget ngaduk-ngaduk makanan sampe basi gitu.
  11. Engga boleh ngebunuh binatang bagi suami yang istrinya tengah hamil, ntar anak yang dikandungnya bisa jadi cacat--Ga cuma buat para suami yang istrinya tengah hamil aja sih sebenernya, buat kita semua ngebunuh binatang sembarangan itu dilarang lo. Motong ayam aja (kalo dalam Islam) harus ngikutin ketentuan tersendiri loh, ga bisa maen asal penggal aja.
  12. Engga boleh ngehina orang bagi ibu-ibu hamil dan suaminya, ntar anaknya jadi kayak orang yang dihina dan bisa jadi cacat--Sama kayak penjelasan poin nomor 11, ga hanya ibu hamil, kita juga sebaiknya janganlah ya menghina-hina orang. Ga ada yang sempurna di dunia ini, masing-masing punya kekurangan kelebihan sendiri-sendiri. Kekurangan dan kelebihan yang Tuhan berikan kepada kita, tak lain dan tak bukan adalah agar kita saling melengkapi dan mengisi satu sama lain. Eaaaaa.
  13. Engga boleh lihat orang yang meninggal bagi ibu-ibu hamil, ntar anak yang ada di kandungannya diganggu sama si yang meninggal itu--Biar si ibu hamilnya istirahat di kamar aja kali ya, ga usah banyak gerak-gerak (maksud lo?).
  14. Engga boleh main-main di sekitar kuburan, ntar diganggu setan--Daripada maen di kuburan, mending maen ke Sevel sonooo, biar dikata anak gahooool.
  15. Engga boleh ngelangkahin kuburan, ntar diganggu sama yang punyanya kuburan--Mending langkahin dulu mayat gueee! #EfekSinetron
  16. Engga boleh nyapu kalo ada yang lagi makan, ntar rejekinya susah--Kasian yang makan ntar makanannya kemasukan debu/kotoran. Oya, kalo di tempat gue kalo ada yang lagi makan trus kita nyapu di sekitar orang tersebut, itu sama aja kayak ngusir orang itu buat pergi.
  17. Engga boleh nunjuk pelangi pake jari, ntar jarinya bengkok--Macem sihir di Harry Potter aje ye nunjuk pelangi bisa bikin jari sendiri bengkok wahahaha mejiiiiik!
  18. Engga boleh tidur telentang di luar rumah pas tengah hari, ntar disunat setan--Jiahahaha setan alih profesi jadi tukang sunat ya? Kasian yang udah pada sunat, masa disunat lagi, abis ntar! (Apanya yg abis? Hahaha).
  19. Engga boleh mandi di kali pas siang-siang bolong (tengah hari), ntar diganggu setan air--Dulu gue sering banget diomongin gini sama orang tua pas minta ijin mandi di kali sama temen-temen waktu kecil. Orang tua make ini buat nakut-nakutin anaknya kali biar ga pada bandel mandi di kali.
  20. Engga boleh ngomong yang macem-macem (kotor) di tempat sepi, seperti: hutan, ntar diganggu setan--Di tempat kayak hutan atau tempat-tempat sejenis lainnya emang omongan mesti dijaga.
  21. Engga boleh make celana dalem di kepala, ntar cepet mati--Ih waw! Kalo KANCUT-nya ka Pina gimana?
  22. Engga boleh nangis malem-malem, ntar diikutin setan--Mitos ini biasanya diceritain orang tua buat nakut-nakutin anaknya biar anaknya berhenti menangis.
  23. Engga boleh makan bersisa, ntar nasinya nangis--"nasinya nangis" ? Ini semacam istilah aja sih kalo kata gue. Mungkin maksud mitos ini adalah agar kita tidak menyia-nyiakan apa yang udah dikasih Tuhan kepada kita. Dengan engga ngabisin nasi ketika makan, otomatis nasinya bakal kebuang, dan itu mubazir. Sementara di luar sana masih banyak orang-orang kelaparan yang butuh nasi untuk makan.
  24. Engga boleh nyanyi-nyanyi atau ngomong di kamar mandi, ntar setan marah--Kamar mandi katanya jadi salah satu markasnya para setan, jadi ga boleh berisik. Kalo kita nyanyi-nyanyi atau ngobrol, setannya keganggu, ka-ta-nya. Tapi maaf ya, Tan! gue susah banget nahan diri gue buat ga nyanyi-nyanyi di kamar mandi
  25. Engga boleh duduk di atas bantal, ntar pantatnya bisulan--Bantal kan buat kepala, bukan buat pantat. Dan mengenai bisulan, ga ada hubungannya deh. Setahu gue, orang yang bisulan itu orang yang jorok, ga merhatiin kebersihan badannya.
  26. Engga boleh make topi wisuda sebelum diwisuda, ntar lulusnya jadi lama atau jadi mahasiswa abadi (ga lulus-lulus)--Apakaaaaah Bang ALIT terkena kutukan mitos ini? Huwawahaha :p
  27. Engga boleh ngintip orang mandi, ntar matanya bintitan--Huwahaahahahaha mesum mesum ngintipin orang mandi
  28. Engga boleh gigit-gigit kuku--Kuku di jari dan kaki kita kan kotor, ngapain digigit-gigit, kayak ga ada barang lain aja yang bisa digigit-gigit. (Padahal gue sendiri dari kecil sampe sekarang masih gigit kuku jari). Pengakuan.
  29. Engga boleh make payung dalam rumah, ntar kesamber gledek--Engga ngerti ini kenapa?
  30. Engga boleh make baju ijo di pantai selatan, ntar diculik Ratu Pantai Selatan--Ini mitos yang cukup tenar banget seantero negeri. Pengunjung pantai yang make warna ijo ke pantai selatan, katanya bakal hilang dan dipercaya dibawa oleh Nyi Roro Kidul ke tengah laut.
Dan mari kita simak kata temen-temen KANCUT KEBLENGER mengenai mitos-mitos yang pernah mereka dengar!

1. ga boleh makan di depan pintu, seret jodoh
2. orang sunda ga boleh kawin sama orang diluar pula jawa, ntar susah kaya
3. ga boleh masang payung di dlm rumah, ntar disamber gledek
4. kalo dapet makanan dr tetangga, makanannya di taro dilantai trs kita lewatin gitu, takut tuh makanan udeh dikasi guna2
5. kalo mandi jangan nyanyi, ntar ada setan 
  
Waktu kecil diceritain mitos kalo buka payung di dalem rumah nanti bisa liat hantu, trus kalo pipis sembarangan ntar jiwanya ketuker.
Kalo di bogor ada mitos anak kecil gaboleh ke depan rumah pas magrib, entar diculik setan kuda

Banyak:
-Gak boleh duduk di atas meja, ntar banyak utang
-kalo tidur, jangan senderan dgn posisi tangan di belakang kepala, nanti bokapnya cepet mokat.

engga bole potong kuku malam-malam..
engga bole mainin penyapu malam-malam...
engga bole duduk di atas bantal..... 
Jangan bersiul pada malam hari huahhahaa...bnyak masihh...

jangan ngado baju ke pacar, bisa bikin putus!
dan believe it or not, it was happened to me :p

Anggi Dodot Megasari :
1, engga boleh gunting kuku malem", katanya nanti kukunya kaya kuku setan.
2. Engga boleh nyanyi d kamer mandi, nanti ada yg ngikutin
3. Jangan kebanyakan foto", nanti nyawanya berkurang. Katanya
4. lo jempol kaki lebih panjang dari telunjuk kaki katanya ibu duluan yang meninggal, kalo telunjuk kaki lebih panjang dari jempol kaki katanya bapa duluan yg meninggal
5. kalo makan jangan sambil tiduran atau tengkureb katanya nanti jadi buaya 

Jangan foto bertiga, ntar yang ditengah mati

ga boleh mukul-mukul meja,, ntr orang tuanya banyak utang.
katanya kalo kita makan nasi goreng di luar rumah, kita musti ngasih sdkit nasinya ke tanah.

eh iya katanya kalo abis plg jalan malem2 hrs lgsg ganti baju trs cuci kaki, tangan, muka. biar gaada yg ngikutin.
ga boleh bawa telor, pisang, dan bbrp makanan lain malem2, kalaupun terpaksa bawa, kalian jg hrs bawa cabe sama bawang. buat penangkalnya gitu.
ga boleh sisiran malem2 . yg ini ga tau bnr atau nggak
Kalo pipis sembarangan hrs permisi dl, abis itu pipisnya diludahin

 Dini Sekar :
 kalo lg hamil kudu bawa gunting kecil biar ga ada yg ngikutin.

kalo duduk terus kursinya cepet anget katanya panjang umur.
kalo ketemu cowok ganteng gak minta kenalan, entar gak bisa kenal.
kalo nemu duit di jalan mesti dilangkahin 3 kali biar kalo diambil gak kualat
  
Kalo nemu duit, kita harus ngludahin ke tempat duit tersebut. 

kalo ada bulu mata yang rontok , cepet cepet diambil trus di taro di rambut. katanya itu tandanya ada yang kangen, trus di taro rambut biar kita ketemu sama yang ngangengin kita.
kalo di jalan atau dimatapun pas di tempat asing gak boleh sekali kalipun nyorot senter atau sumber caha ke atas langit. nanti takutnya liat sesuatu yang gak lazim lewat

Banyak komen yang masuk ketika gue meminta temen-temen KK menceritakan mitos-mitos yang pernah mereka dengar/tahu. Mulai dari komen yang serius menjawab (seperti yang gue tulis di atas), hingga komen-komen iseng yang-sebenarnya-sama-sekali-tidak-menjawab, seperti: 

"enggak boleh bengong, entar ayam tetangga mati #eh"
"ga boleh makan pake kaki.:p"
"Gag bolee nolak klo dilamar katanya PAMALI...."
"jangan lupa ganti kancut sehari 3 kali, biar ga sial"
"Jangan makan kancut sendiri. ntar pingsan"
"kalo ngga tidur siang ntar didatengin setan jambrong..."
"Jangan piket di kelas sendirian, nanti bisa liat hantu *curhat*"
"Kalo ketemu saya harus anterin pulang, kalo enggak ntar digigit"
"kalo malem2 pintu rumah harus dikunci biar ga ada maling.:3"
"Kalo makan kudu pelan-pelan, takutnya keselek piring"

Hahaha. Iseng, bukan? 
Tapi terima kasih, komennya sangat menghibur :)
Terima kasih teman-teman KK semua!

***

Begitulah mitos yang berkembang di masyarakat selama ini. Sebenernya kalo dikaji lebih jauh lagi, masih banyaaaaak sekali mitos-mitos yang tercipta di masyarakat kita. Mitos-mitos di atas adalah beberapa contoh mitos-mitos "terkenal" yang umum di mata masyarakat. Masalah percaya atau tidak, semua dikembalikan ke diri kita masing-masing.
Toh, mitos hanya sekedar mitos, bukan? :)
Read More..

Sabtu, 01 Oktober 2011

Me and IFS

Horee Horee gue lolos audisi!

Bukan audisi Konser Tahunan PSM kampus gue.
Bukan audisi Indonesian Idol.
Apalagi audisi Miss Universe, BUKAN BANGET.
Lah terusss?

Ya, beberapa hari kemaren gue rada-rada kesenengan kayak orang gila pas dapet kabar kalo rekaman suara gue lolos babak penyaringan 1 (audisi) sebuah program pencarian bakat, bernama IFS--Indonesian Facebook Singer.

Ih, program apaan tuh?
Kok gue kagak pernah liat ilkannya di tipi?

Tenang, televisi di rumah lo lo sekalian lagi ga pada error kok. Kesalahan bukan di pesawat televisi anda, tapi emang programnya yang kagak ditayangin di tv. Jadi, program IFS ini merupakan sebuah program pencarian bakat menyanyi dengan format yang sangat berbeda dengan program-program talent search sejenis, yang kebanyakan ditayangkan di televisi-televisi swasta tanah air. Program IFS, yang bekerja sama dengan salah satu entertainment management ini menggunakan sistem yang terbilang unik, yaitu sistem online, dalam menyaring dan mencari orang-orang dengan talenta menyanyi di seluruh Indonesia.
Lengkapnya dapat dibaca di sini yaaa : Indonesian Facebook Singer


Awal keikutsertaan gue di program ini, hmm sebenernya awalnya gue engga tahu sama sekali yang namanya program IFS ini. Jangankan tahu, denger namanya aja gue engga pernah. Gue tahu dan mulai tertarik dengan program ini adalah ketika salah seorang temen gue di Agria Swara Student Choir lolos audisi IFS ini. Gue akhirnya mem-fuduli Facebook temen gue yang lolos ini dan mulai searching di Internet mengenai tetek bengek program IFS ini. Setelah gue membaca semua informasi-informasi yang berkaitan dengan program IFS ini, ternyata eh ternyata program ini telah berjalan satu season, dan bersiap memasuki season ke-2.


Gue semakin termotivasi untuk berkontribusi di program ini, setelah mengetahui bahwa sistem/format yang diterapkan oleh program ini dalam menyaring dan mencari talenta-talenta menyanyi anak negeri terbilang cukup mudah dan ga terlalu ribet. Tahapan-tahapan yang akan kita lalui di program ini, mulai dari proses audisi, proses penyeleksian, hingga babak show akan dilakukan secara online. Jadi, kita ga perlu tuh panas-panasan sambil desek-desekan ngantri buat audisi dan seleksi segala macemnya. Cukup duduk manis depan komputer atau blackberry (mungkin), udah. Beres.

Sempet nih ya beberapa hari kemudian gue tiba-tiba jadi rada bimbang bin galau mau tetep ikutan ni program apa engga. Tugas kuliah dan kegiatan gue lagi full-full nya. Gue bingung mau nyiapin materi rekaman suara gue buat audisi kapan dan seperti apa. Sedangkan batas waktu penutupan audisi tahap 1 bakal segera berakhir. Setelah mikir, mikir, dan mikir, akhirnya wosaaaaah gue mantepin diri dengan berkata pada diri gue sendiri: Ya, gue mau ikut dan siap ikut program IFS ini.

Sebelum mendaftar audisi tahap 1, tentunya gue musti nyiapin satu file rekaman suara gue, yang nantinya harus gue kirimkan ke pihak IFS. Gue kebingungan nyari tempat yang bisa gue pake buat ngerekam suara gue. Di kosan gue ga mungkin, karena pasti gue bakal malu banget kalo mesti nyanyi-nyanyi dengan suara kenceng di sana. Suara gue pasti bakal kedengeran sepenjuru kosan. Malu. Engga mau. Akhirnya gue mulai memutar otak, bahwasanya gue harus nyari tempat buat ngerekam suara gue di sekitar kawasan kampus. Bodohnya gue, gue ga sampe kepikiran kalo di kampus mah siang dan malem juga pasti bakal rameeee banget sama orang-orang yang berkeliaran sana sini. Malunya pasti bakal dua kali lipat kalo sampe kedengeran sepenjuru kampus. Oh no!

Ide gila muncul di otak gue, bahwasanya gue harus pergi ke kampus pascasarjana di daerah Baranangsiang (sejam-an dari kampus gue, Dramaga) buat ngerekam suara gue tersebut. Hellllllo! betapa gilanya gue! Buat ngerekam suara pake satu lagu, yang kira-kira durasinya cuma sekitar 3 menitan doang, gue mesti ke kampus pascasarjana yang jaraknya itu berkali-kali lipat dari durasi lagu gue, HEH banget ya gue. Sejam mah kalo ga macet, nah kalo macet mungkin butuh waktu lebih dari sejam gue bisa nyampe sana. Belum lagi ke sana gue mesti naik angkot dua kali, pengap dan panasss pasti.Belum lagi ongkosnya, pulang pergi sepuluh ribu. Sedangkan di sana gue cuma ngerekam lagu 3 menitan doang?. Engga jadi deeeh.

Gue pun akhirnya memutuskan buat ngerekam suara gue di.....kampus! Gue nekat malem-malem (dengan pertimbangan kampus AGAK sepi) jalan dari kosan ke Fakultas Pertanian (Faperta). Lebih nekatnya lagi, gue naik ke lantai paling atas Faperta (lantai 5) buat dijadiin tempat ngerekam. Gila, serem banget lantai atasnya Faperta, sepi sih iya, tapi rada-rada semi gelap gitu, aih ngeri gue. Ga lucu banget kan gue dinongolin ama setan mukanya pas di lantai atas itu. Gue pun turun ke lantai 4. Suasananya sih ga seserem lantai 5 tadi, lampunya juga cukup terang, tapi tetep aja yah gue serem sendirian di lantai atas Faperta yang emang jarang dikunjungin mahasiswa, secara lantainya tinggi banget dan cuma ada tangga, ga ada lift, siapa coba yang mau main ke lantai atas ini. Kecuali gue. Sigh.

Setelah mengamati keadaan di sekeliling, dan memastikan kalo ga ada siapa-siapa di sekitar gue. Gue pun memulai aksi rekam-merekam gue. Gue ngerekam suara gue via blackberry. Gue nyanyiin lagunya Afgan yang Panah Asmara, secara gue suka banget sama ni lagu dan cukup enak kalo gue nyanyiin. Proses rekam-merekam pun dimulai! Gue mesti mengulang beberapa kali ulangan rekaman buat dapetin hasil rekaman yang bagus. Keselnya, saat ngerekam adaaa aja yang ngerusak suara rekamannya. Suara motor kenceng-lah, suara azan-lah yang suka tiba-tiba kedengeran di tengah-tengah rekaman, dan gue mesti ngulang lagi dong. Gue pun beranjak pindah, nyari tempat yang sekiranya lebih sepi dan lebih aman dari noise yang cukup mengganggu. Akhirnya gue menemukan sebuah sudut deket toilet. Di sana ada kursi panjang dan meja besar yang biasa dipake mahasiswa buat ngerjain tugas atau sekedar nongkrong dan ngobrol. Gue duduk di sana. Aksi rekam-merekam kembali gue jalankan. Seperti biasa, pengulangan demi pengulanganh gue lakukan demi dapetin hasil rekaman yang menurut ukuran telinga gue pas dan siap "jual".
Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, gue akhirnya memutuskan untuk pulang ke kosan. Selain badan udah capek, suara udah serak-serak seksi, suasana kampus juga udah makin serem.
Rekaman gue? Masih jeleeeek.

Besoknya gue memutuskan untuk ngerekam lagi suara gue. Tempat rekaman kembali menjadi masalah. Gue bingung mau ngerekam di mana lagi suara gue. Di Faperta, tempat semalem, udah ga mungkin, mengingat kalo pagi sampe sore daerah sana dan sekitaran kampus pasti bakalan rame banget sama orang-orang yang lalu lalang. Ide brilian muncul! Gue memutuskan untuk make Gedung Rektorat IPB sebagai tempat rekaman gue sesi kedua ini. Ya, hari Minggu pegawai-pegawai pasti lagi ga masuk. Sepi. Asyik.
Tanpa pikir panjang, gue langsung meluncur ke Rektorat. Berhubung males jalan kaki, gue akhirnya minta bantuan mas-mas ojek yang setia mengantar gue ke Rektorat. Sesuai perkiraan, Rektorat emang sepi!
Gue bergegas masuk ke dalam Rektorat. Tak lupa senyum manis semanis gula gue kembangkan buat dua orang bapak satpam yang lagi duduk santai sambil ngeteh di deket pintu masuk. Pak satpam membalas senyum gue dengan senyuman yang ga kalah manis (tapi tetep lebih manisan senyum gue sih, uyeaah).

Dengan semangat '45, gue naik ke lantai Rektorat PALING ATAS--lantai enam, bukan dengan lift, tapi dengan menapaki anak-anak tangga yang super tinggi dan berliku.
(Lo bisa bayangin gimana bentuk anak-anak tangga sekolah sihir Hogwarts di film Harry Potter, kira-kira begitulah bentuk anak-anak tangga Gedung Rektorat kampus gue tercinta).


Gue sampe di lantai enam, dan gue ngos-ngosan!
Semangat gue ga surut, walaupun kaki gue pegel dan capek banget.
Gue duduk sebentar deket jendela. Angin sepoi-sepoi bertiup nikmaaaat sekali. Gue menikmati pemandangan sekitar kampus dari lantai paling atas gedung rektorat, yang untuk pertama kalinya gue naiki sampe seatas ini. Indah dan hijau banget view-nya. I love it.

Setelah sekitar 15 menitan ngadem deket jendela. Kondisi tubuh gue yang sebelumnya meningkat aktivitasnya akibat kelelahan, mulai normal kembali. Gue segera bersiap melakukan tujuan utama gue ke lantai atas rektorat ini, yaitu merekam satu lagu untuk gue nyanyikan. Gue beranjak dari jendela menuju toilet di lantai enam tersebut. Alasan kenapa gue memilih toilet sebagai tempat rekaman suara gue ialah karena seperti yang kita ketahui sendiri kalo di toilet/kamar mandi, gema (apa gaung..?) yang ditimbulkan dari suara kita jadi lebih enak. Yah walaupun engga bisa ngerubah suara jadi lebih bagus, seengganya toilet tersebut gue harapkan bisa jadi tempat yang pas untuk menjernihkan suara rekaman gue, biar ga terlalu krasak-krusuk getooooh.
Gue bernyanyi lepas, sambil teriak-teriak tanpa mempedulikan ada yang mendengar atau tidak. Gue mengulang beberapa kali (seperti biasa) untuk mendapatkan rekaman suara yang bagus.
Tiga puluh menit berlalu, dan gue memutuskan untuk pulang kosan kembali.

Di kosan, hasil rekaman suara yang tadi gue rekam, gue dengerin via headset BB gue berkali-kali, sembari memilih-milih rekaman mana yang akan gue pergunakan untuk didengarkan oleh pihak juri IFS nantinya. Ternyata oh ternyata, hasil rekamannya masih belom memuaskan hati gue. Rekamannya masih jelek :(
Suaranya krasak-krusuk banget, mungkin karena gue ngerekamnya sambil joget-joget kali ya, jadi terkesan berisik banget rekamannya. Dari segi suara gue, nada-nadanya juga banyak yang salah-salah dan ga nyangkut-nyangkut (ga tune), kedengeran banget warna suara gue jadi berat-berat, suara bangun pagi. Busuuuuk banget rekamannya.

Siangnya gue bergegas ke warnet langganan gue. Gue nekat mau ngirim rekaman yang menurut gue masih jauh dari kata bagus, ke pihak IFS. Melalui email, gue menulis identitas diri (biodata) yang diminta, meng-attach foto close up gue (hasil crop-an sih dari foto rame-rame hahaha), dan tak ketinggalan meng-attach file rekaman suara gue yang gue kasih tittle: Anggi Pratama-Panah Asmara.  
Send!, gue pasrah.

Sorenya, gue menerima sms ini:

Dan dengan pedenya, iseng gue mengetik ini dibawahnya sms tersebut:


Padahal pengumumannya aja belom. Kepedean. Banget.
Sampe akhirnya, pas malem ketika pulang dari rapat buat acara temu perdana anggota baru Agria Swara, gue nyempetin diri ke warnet buat ngecek info loloskah gue di audisi IFS ini.
Jeng Jeng Jeng!
Gue kaget begitu liat ini.
Pihak IFS men-tagged foto ini ke account profil Facebook gue. Means? Gue lolos audisi, sodara-sodara!
Sempet shock, ga percaya, kok bisaaa? Mengingat rekaman suara gue yang masih belum bagus-bagus banget, dibanding peserta-peserta lain yang rekamannya keren-keren semua. Tapi ya, alhamdulillah yah, mungkin ada something positive yang diliat juri dari gue, sampe akhirnya menempatkan gue sebagai salah satu peserta yang lolos audisi IFS musim kedua ini. Ga nyangka. Seneng. Bangga juga.

Hingga akhirnya, malam berikutnya nama gue masuk dalam 6 peserta yang rekaman suaranya di-expose dan di-share di Facebook-nya IFS. Seneng ga seneng sih sebenernya. Senengnya, ya karena rekaman suara gue bisa didenger oleh lebih banyak orang. Kalo ga senengnya, agak malu rekamannya masih belum bagus hehehe.
Alhamdulillah juga, beberapa orang meng-like rekaman gue. Alhamdulillah yaah kalo ada yang suka.

Setelah ngecek blog-nya IFS, ternyata file rekamannya udah dimasukin di blog. Alhamdulillah lagi, rekaman anggi (Anggi-Panah Asmara) cukup banyak di-klik untuk didengarkan, kedua paling banyak di-play hingga sejauh ini (untuk bagian 3). Senang. Terima kasih.

Selanjutnya, gue dan ke-86 teman lainnya yang lolos tahap audisi bakal maju ke babak yang bernama "babak penyaringan". Di babak ini, kita akan disaring menjadi 35 orang peserta saja, dan di babak ini kita harus menyanyikan lagu-lagu Glee dan Agnes Monica. Doakan yaaa, semoga gue bisa menaklukkan tugas yang diberikan pihak IFS ini, sehingga gue dapat masuk 35 besar yang akan maju ke babak-babak selanjutnya. Semangat. AMIN.

***
Dari hati yang paling dalam, gue seneng bisa ikut bergabung di kompetisi ini. Okelah, kompetisi yang tengah gue ikutin ini emang ga "sebesar" kompetisi-kompetisi sejenis lainnya, dan terbatas hanya bagi Facebook user saja. Dengan konsep yang cukup unik dan berbeda, yaitu secara online dan tidak ditayangkan di televisi-televisi berskala nasional, memang menjadikan program ini agak kurang booming dan dikenal luas. Akan tetapi, bagi gue pribadi, gede kecil atau tenar ga tenarnya sebuah program (acara) yang gue ikuti sama sekali bukan menjadi suatu masalah. Manfaat positif, itu yang gue kejar.
Pernah denger kan, "Semua hal besar dimulai dari hal-hal yang kecil" ?
Dari kompetisi ini gue mulai ngebangun sesuatu yang jauh lebih besar yang nantinya akan gue dapatkan di kemudian hari. Dari kompetisi ini apapun dapat terjadi. Gue bisa lebih mengeksplore kemampuan bernyanyi gue, misalnya. Atau gue bisa dapet lebih banyak orang-orang yang bisa gue jadikan teman yang bisa memperluas link atau networking gue. Atau dari kompetisi ini, ada seseorang entah siapa dan dari mana tiba-tiba tertarik dengan suara gue dan mengajak gue rekaman beneran, bikin album, menjadikan gue penyanyi tenar, mungkin. Siapa tau kan? Dari kompetisi ini, mungkin jalan menuju impian gue sebagai penyanyi profesional dimudahkan dan dibukakan oleh Tuhan. Karena gue percaya, Tuhan bekerja dengan sangat baik dan sempurna, Tuhan memberikan sesuatu untuk kita melalui cara ataupun jalan yang terkadang tidak terpikirkan oleh kita. Lewat kompetisi ini, something bigger will I get, maybe.

Semangat lah ya, Anggi Pratama!
Semangat! Semangat!
Read More..