Senin, 31 Oktober 2011

Kisah si Pinang Bermuka Galau

Masih dalam suasana Halloween
Selamat bagi yang merayakan, mohon maaf lahir dan batin (?)

Di #Edisi Halloween kali ini gue mau nge-share sebuah cerita serem yang sebenernya sih engga serem-serem amat, tapi cukup serem lah yah walaupun engga terlalu serem-serem juga sih, tapi lumayan serem lah (HEEEH!! SEREM APA ENGGA SIH SEBENERNYA?). Terlepas dari serem atau tidaknya cerita yang akan gue ceritain, satu yang pasti adalah cerita ini sempet bikin geger dan menghebohkan masyarakat banyak.

 "Masih inget aKkuuuUwwh?"

Oke sebelumnya, ada yang masih inget sama bocah kecil di atas?
Yes, He is PONARI!
Tentu masih inget juga kan yah sama fenomena batu ajaibnya yang konon katanya mampu mengobati berbagai jenis penyakit itu?

Tapi, TIDAK! Gue sama sekali bukan ingin bercerita tentang kisah bocah berbatu ajaib di atas sodara-sodara. Kali ini gue bakalan nyeritain sebuah kisah nyata yang serupa tapi tak sama dengan kisah si Ponari ini. Mari merapat!!

Kisah ini terjadi sekitar kurang lebih dua tahun yang lalu, ketika gue masih duduk di bangku kelas 3 Sekolah Menengah Atas. Jadi waktu itu, deket rumah gue itu kan ada mesjid, nah di belakang mesjid ini ada kompleks kuburan gitu. Kompleks kuburan ini nampaknya engga terlalu terurus, bahkan saking engga keurusnya, kuburan-kuburan yang ada disana banyak yang sudah engga kelihatan jelas ketutupan rumput-rumput dan pepohonan yang tumbuh di sekitar sana. Di kompleks kuburan itu banyak tumbuh pohon-pohon gede, tinggi, nan menjulang, salah satunya pohon pinang. Nah, di suatu waktu ada seseorang (bapak-bapak kalo engga salah sih) yang kebetulan lewat di area kuburan tersebut. Perhatian si bapak ini tiba-tiba tertuju pada sebuah pohon pinang yang ada di sisi deket jalan yang dilalui olehnya. Ada yang aneh dari pohon pinang ini!. Si bapak ini menfokuskan pada apa yang dilihatnya, pohon pinang tersebut ia dekati dan ia memperhatikan wujud rupa si pohon pinang yang tampak aneh ini. Si bapak shock, setelah diperhatikan secara seksama dan dalam jarak yang dekat, ternyata oh ternyata sisi depan/muka pohon pinang ini berbentuk menyerupai wajah manusia.

Kira-kira beginilah penampakan pohon pinang berwajah manusia tersebut
(mukanya galau yeee si pinang euy ha-ha-ha)

Biasa lah masyarakat desa, ada yang aneh-aneh dikit langsung pada heboh. Warga sekitar (termasuk GUE dan keluarga gue) pada berdatangan ke TKP buat ngeliat wajah galau si pinang ini.
Komentar gue setelah liat cuma "Oooh", dan gue langsung balik lagi ke rumah, tanpa mempedulikan orang-orang yang mulai ramai berdatangan.

Sejak ditemukannya pohon pinang berwajah menyerupai manusia ini, ya desa gue jadi ramai dikunjungi oleh orang-orang, ga hanya yang masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar sana, tapi masyarakat yang rumahnya bisa dikatakan jauuuuuh banget, ga ketinggalan dateng berbondong-bondong ke lokasi kejadian cuma buat ngeliat dan ngejawab rasa penasaran mereka sama rupa si pinang berwajah galau ini, bahkan parahnya lagi sampe ada yang rela nempuh perjalan lebih dari 6 jam dan bawa satu rombongan keluarga pake mobil. Ebuseeeet niat amat.

Pohon pinang berwajah galau manusia ini semakin hangat dan ramai diperbincangkan orang. Desa gue yang tadinya adem ayem, mendadak berubah jadi rame banget didatengin orang silih berganti. Engga pagi engga malem bunyi kendaraan, baik motor maupun mobil yang berseliweran ga ada berhenti-berhetinya. Astagaaaaa, how come? Pinang doang woooooy. Rumah gue yang halaman depannya cukup gede dan luas itu ikut-ikutan kena imbasnya, jadi tempat parkir dadakan bagi para pengunjung si pinang galau itu. Para pengunjung dengan enaknya melenggang cantik masuk halaman rumah gue dan memarkirkan kendaraan yang mereka bawa di sana tanpa permisi, lalu kembali melenggang cantik menuju lokasi kejadian si pinang ini beberapa meter dari rumah gue. Gggrrrrrr yah.
Gue pribadi (dan keluarga gue juga) sih ga terlalu masalah ya sama mereka-mereka yang parkir di halaman rumah, wong sehari-hari juga halaman rumah gue itu emang kebuka bebas gitu aja alias ga dipagerin. Jadi biasanya sering dipake orang-orang juga buat jadi tempat parkir kalo mau bertamu ke rumah tetangga-tetangga gue yang mungkin halamannya tidak cukup untuk parkir. Tapi kalo sampe penuh dan rame macem ini, sampe-sampe buat jalan aja susah, ditambah suara berisiknya orang-orang di sana, siapa yang engga kesel coba. Lebih parahnya lagi, ada oknum-oknum tertentu yang memanfaatkan hal tersebut untuk mendapatkan uang. Oknum-oknum tersebut menarik uang parkiran kepada para pengunjung yang memarkir kendaraannya di halaman rumah gue. Mereka berkeliaran di sekitar halaman rumah gue menunggu para pemarkir datang hingga malam hari tiba. Setelah selesai "bertugas" mereka pun membagi-bagikan secara rata uang hasil parkiran ini. Sesuatu yah! *siapa yang punya halaman rumah siapa yang dapet duit.

Balik lagi ke mas pinang berwajah galau, si mas pinang ini jadi mendadak eksis juga loh. Para pengunjung yang dateng tak henti-hentinya mengabadikan foto si mas pinang ini melalui kamera handphone yang mereka bawa, jepret sana jepret sini, oh mas pinang ini bener-bener bak artis ternama ibukota. Sesuatu!.

Warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian tampaknya membaca dengan cermat peluang bisnis yang cukup menggiurkan terkait fenomena pinang berwajah menyerupai manusia ini. Mereka memanfaatkan peluang ini untuk mendatangkan rejeki bagi diri mereka sendiri. Selain melalui penarikan biaya parkir tadi, banyak juga warga yang mulai berjualan makanan-makanan kecil dan minuman di sekitar lokasi kejadian. Tidak hanya itu, anak-anak kecil di sekitar sana pun tak ketinggalan mendapat uang dari fenomena ini, pengunjung yang berdiri jauh dan tidak bisa melihat secara dekat pohon pinang ini menyuruh anak-anak kecil ini untuk memotret si pinang tersebut dalam jarak yang dekat. Selesai memotret, anak-anak kecil inipun diberi uang beberapa ribu rupiah dari si pengunjung. Sesuatu (lagi) yah.

Setelah beberapa hari, pengunjung pohon pinang berwajah menyerupai manusia ini semakin ramai, dan rumah gue juga jadi semakin ramai pula tentunya, bahkan saking ramainya kendaraan yang lalu lalang di sekitar sana, jalan raya pun jadi agak macet, pengguna jalan raya jadi terhambat dengan banyaknya orang-orang dan kendaraan dari para pengunjung pohon pinang tersebut. Setelah beberapa hari ini pula, setiap pengunjung yang datang untuk melihat pohon pinang ini ditarik biaya beberapa ribu rupiah. Uang hasil kunjungan ini ditarik oleh sebuah keluarga yang rumahnya berada tepat di dekat lokasi kejadian dan masuk kantong mereka. Eh padahal itu kan kompleks kuburan loh, pinangnya juga tumbuh di kompleks kuburan yang kebetulan deket rumah mereka, kok bisa masuk kantong mereka yah, padahal bukan milik mereka juga tu pinang *bertanya*, tapi alhamdulillah-nya sih denger-denger sebagian uangnya tersebut mereka sumbangkan untuk mesjid deket sana itu. Sebagian lagi? hi-hi-hi :p.

Komentar gue pribadi sih mengenai fenomena ini yaaa buat gue ga ada yang spesial-spesial amat dari pohon pinang ini. Gue sih mikirnya ya tumbuhan gitu yah bisa tumbuh dan berkembang menjadi bentuk yang macem-macem kan, kebetulan aja ini berbentuk menyerupai wajah manusia. Yang bikin "hot"-nya itu sebenernya ya masyarakatnya itu sendiri, cerita kesana kemari membawa alamat jeng jeng dengan tambahan "bumbu" di setiap ceritanya. Itu yang bikin masyarakat biasanya jadi heboh. Apalagi pinang berwajah menyerupai manusia ini kan kebetulan tumbuhnya di atas tanah kompleks kuburan. Makin "sesuatu" lah si pinang ini menurut mereka.

Gue menemukan kalimat ini di salah satu blog :

"Menurut cerita, pohon tersebut dipercaya bertuah karena memendam sebuah benda keramat."
(Keramatnya apanya deh, pohon pinang doang)

"Beberapa warga yang meremehkan keajaiban ini dikabarkan ada yang kesurupan."
(Lah gue? Sangat amat meremehkan keajaiban ini, tapi ga kesurupan loooh)

Kebiasaan deh ya masyarakat kadang suka berlebihan dalam menanggapi fenomena "aneh" yang ada dan terjadi di kehidupan sehari-hari kita, terlebih sama urusan yang berkaitan dengan mistis-mistisan macem si pinang bermuka galau ini. Hmm.
Selain jadi bahan omongan orang-orang, si pinang berwajah menyerupai manusia ini juda jadi heboh di surat-surat kabar, dan gue baru tahu masuk Kaskus juga ternyata : Pohon Pinang
Uwoow desa gue masuk Kaskus, 9aHo3L kan desa gue *HEH?* --"

Komentar kalian?

1 komentar:

  1. Huahahahha, gaul bana-bana ko a nggi...
    sayang si pinang nggak bisa ngomong...
    Kayak tagline iklan...
    "Karena pinang gak bisa ngomong..."
    Huahahhahaha

    BalasHapus