Sabtu, 14 Juli 2012

My 'Happy' Friday 13th!

Angka 13 emang selalu diidentikkan atau dikaitkan dengan yang namanya kesialan. Tidak heran jika mayoritas dari kita menganggap (atau bahkan percaya) bahwa '13' adalah sebuah angka sial.

Tiga Belas
Friday the 13th (tanggal 13 di hari Jumat) diyakini banyak orang (terutama di negara-negara barat) sebagai hari yang membawa sial. Konon katanya, banyak kesialan-kesialan yang muncul di tanggal 13 hari Jumat--yang muncul sebelas tahun sekali ini.

Dan apa yang terjadi dengan hidup gue di waktu ini, kemarin?
Tanggal 13 Juli 2012 di hari Jumat kemarin, hari-hari gue sama sekali jauh dari yang namanya kesialan, yang ada malah kesenangan yang tiada tara.

Gue rekaman men, sama grup vokal gue!

We are JAVANICATION! (Postingan selanjutnya gue akan nulis dan cerita panjang lebar tentang grup vokal kita ini)
Jadi, gue dan grup vokal gue ini dipercaya sama dekan fakultas gue, Bapak Arif Satria untuk menyanyikan lagu ciptaan beliau. Dekan gue yang satu ini emang terkenal banget sama sebutan 'dekan artis', karena suka banget sama yang namanya dunia seni, terutama seni musik. Beliau jago banget yang namanya nulis lagu, main gitar, dan nyanyi. Beliau juga jadi produser buat beberapa artis dan sahabatan sama Addie MS. Super banget lah pokoknya dekan fakultas gue ini.

Lanjut...

Kemarin siang, sekitaran pukul 15.00an, gue dan temen-temen Javanication (minus satu orang) berangkat ke salah satu studio rekaman di daerah Kota Bogor untuk rekaman lagu barunya pak dekan ini. Setelah menempuh perjalanan yang lumayan bikin gerah dengan menggunakan kendaraan sejuta umat di Bogor, bernama angkot; kita pun tiba di studio rekaman.

Ini kali pertamanya gue masuk studio rekaman macem beginian, dan gue nervous banget. Gue pura-pura bersikap tenang dan wajar di depan temen-temen gue yang lain, padahal mah di dalem hati udah deg deg deg serrrr abis. Norak ya gue.

Take vocal dimulai sekitaran pukul empat sore. Berhubung studionya lumayan kecil, jadi kita ga bisa ngetake barengan sekaligus, jadi harus bergiliran satu-persatu. Dari kelima temen grup vokal gue ini, gue kebagian ngetake di urutan terakhir.
Waktu terus berlalu, keempat temen gue pun selesai ditake, dan ini saatnya giliran gue!.
Makin deg-degan dan gemeteran, karena takut salah-salah. Dan ternyata engga seserem yang gue bayangkan, gue cukup menikmati proses take vocal bagian gue, yah meskipun di beberapa part harus ada beberapa yang diulang karena salah dan kurang ini itu. Tapi setelah didenger, hasilnya oke juga he-he-he.

Rekaman di studio rekaman yang gue kira bakal beres dalam waktu beberapa jam, ternyata baru beres hampir pukul 9an malem. Lama juga ya ternyata. Gue dan keempat temen lainnya akhirnya pulang dianter sama bapak dekan (setelah sebelumnya ditraktir makan), yang kebetulan juga ikut dateng pas kita rekaman. Bapak dekan puas banget sama hasil rekamannya, dan katanya beliau mau ngasih demo rekaman tersebut ke Addie MS untuk didengerin dan 'diuji kelayakannya'. Lagu ini juga sengaja diciptakan untuk acara "Masa Perkenalan Fakultas" adik-adik kelas gue, dan kita akan nyanyiin di acara tersebut, akhir Agustus nanti.

"Mau bikin album ga kalian? Saya bikinin." - kata pak dekan.
 Dalem hati gue: MAU BANGET, Pak! (semoga terwujud beneran. amin.)

***
Super duper seneng kemarin. Meskipun capek seharian rekaman di studio, tapi sebanding banget sama kesenangan yang didapetin. Pengalaman pertama masuk studio rekaman, ga pernah kebayang buat gue bisa sampe begini. Sejak membentuk grup vokal ini, banyak hal-hal dan pengalaman baru yang gue rasakan dan tentunya membanggakan.
Terima kasih banyak untuk bapak dekan. Dekan yang menurut gue sangat baik dan sangat memfasilitasi minat bakat mahasiswa-mahasiswanya. Thank you!

Dan,
Sorry, mitos Friday the 13th ga berlaku buat gue, ya!
Hari gue kemarin sama sekali ga sial tuh
Menyenangkan, malah..
Read More..

Senin, 09 Juli 2012

Syuting di stasiun 'Ikan Terbang' !

Setelah sebelumnya pernah ikut syuting di dua stasiun televisi swasta, kemarin gue kembali bisa merasakan pengalaman syuting untuk sebuah acara di stasiun televisi yang terkenal dengan 'ikan terbang'-nya.
You know 'it' so well, kan.

Gue engga syuting beginian kok :")

Gue bersama beberapa temen sejurusan, hari Kamis (05/07/12) kemarin berkesempatan untuk mengikuti syuting sebuah program bertemakan politik yang dikemas dengan bumbu komedi yang santai dan lebih fresh. Keikutsertaan kita di acara ini adalah dalam rangka dana usaha (danus) untuk menambah dana untuk sebuah acara jurusan yang akan kita laksanain. Penonton bayaran, ceritanya.

Hari itu, kita (dari IPB) syuting bersama mahasiswa-mahasiswa dari FISIP UI, STIKOM Cirebon, dan STKIP Yasika Majalengka. Syuting yang dijadwalkan akan dimulai pada pukul 13.30, ngaret sekitar sejam-an. Alhasil, kita semua disuruh duduk nunggu di sisi belakang, sambil dikasih pengarahan sama mas-mas di sana. Setiap universitas ditunjuk satu perwakilan buat bertanya atau ngasih statement di acara nantinya, dan orang yang ditunjuk jadi perwakilan tersebut kemudian dikasih sebuah kertas bertuliskan pertanyaan atau statement yang harus ia utarakan di saat acara nanti. Jadi, pihak stasiun tv-nya udah nyiapin apa yang harus lo omongin dan sampein, lo tinggal ngikutin aja apa yang mereka suruh.
Terkesan 'diarahin' banget engga sih. Padahal seharusnya kan ya kita bebas mengutarakan apa yang ingin kita utarakan, tanpa ada arahan dari siapapun. Apalagi ini kan acaranya tentang politik, harusnya mahasiswa dikasih kesempatan buat ngomong dan berpendapat secara bebas dong, ga perlu 'diarahin' harus ngomong ini, harus ngomong itu. Tapi yaaaa, namanya juga stasiun tv mah di mana-mana juga kayak gini semua. Ikutin aturan mainnya aja intinya mah.

Lanjut...

Sebelum syuting benar-benar dimulai, keempat rombongan universitas ini disuruh duduk ke tempat duduk di sekeliling panggung utama. Gue dan temen-temen IPB sendiri duduknya berhadapan sama anak FISIP UI.
Mas-mas floor director-nya kemudian maju ke tengah panggung utama buat ngasih pengarahan dan penjelasan ke kita semua terkait proses taping yang akan kita ikutin. Pertamanya, kita semua diambil gambar ketika bertepuk tangan sambil tersenyum antusias selama beberapa menit. Anjrit, tangan gue udah sakit dan memerah, tapi ga disuruh berhenti tepuk tangan, malah disuruh bertepuk tangan makin keras dan ekspresi mukanya harus makin terlihat antusias. Kampret. Setelah pengambilan gambar tersebut, kita pun diambil gambar menunjukkan ekspresi wajah serius seolah-olah menyimak pembicaraan di depan. Asli, susah banget loh kalo diatur-atur gini. Gue mah lebih suka yang natural-natural aja, tanpa diatur harus gini harus gitu. Kampret, lah.

Syuting-pun dimulai!
Acaranya lumayan seru, kocak, dan menghibur kalo kata gue. Pengisi acara yang hadir di acara itu pun lumayan kece dan seger-seger. Host-nya ada Anya Dwinov dan Andini (gue ga kenal ni orang, tapi cantik banget). Kemudian ada Bang Effendi Gazali, Ucup Kelik, Cah Lontong, Isa Perez (panelis), serta Yadi Sembako dan Christy Jusung (Solusers). Bintang tamunya sendiri ada Rendy Ahmad (pemeran Arai di film Sang Pemimpi) bersama teman-temannya, dan juga ada girlband bernama SIX STARS (kata gue mah, ga pantes dan ga cocok banget girl band ngisi di acara macam ini).
Syuting episode kali itu menghadirkan secara langsung ketua KPK, Abraham Samad, beserta mbak-mbak dari ICW (Indonesian Corruption Watch), karena temanya sendiri adalah ngebahas tentang "Saweran untuk Gedung KPK", yang emang tengah marak-maraknya dibahas oleh banyak orang.

Secara keseluruhan sih asyik-asyik aja ikut syuting acara ini, meskipun gue harus nahan pipis selama proses syuting yang berlangsung selama hampir dua jam lebih itu. Orang-orang di sana juga menurut gue cukup profesional kerjanya, sehingga kesalahan saat proses syuting boleh dibilang sedikit sekali dan syuting-pun berlangsung dalam waktu yang engga terlalu molor.
Acaranya sendiri baru tayang semalem, dan gue cuma bisa ngakak-ngakak doang liat tayangan hasilnya. Muka gue di tv ga kontrol banget, plus keliatan banget muka berminyak-nya. Selain itu, emang bener ya kata kebanyakan orang, kalo di tv jadi keliatan lebih 'melebar' dari aslinya, dan iya..badan gue dan temen-temen gue jadi keliatan lebih lebar dan gemukan hehehe.



thank you!
Read More..

Jumat, 06 Juli 2012

Waktu Itu, Ketika Gue Lolos Masuk IPB

Hello, guys!

Hari ini, timeline Twitter gue ramai memperbincangkan hasil SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri), salah satu jalur populer untuk meraih perguruan tinggi beserta jurusan yang diinginkan. Ada yang lulus, dan tentu saja ada pula yang tidak. Selamat gue ucapkan untuk yang sudah berhasil lulus. Tetap semangat dan jangan pernah putus asa untuk yang tidak lulus. Hidup itu lebih dari sekadar persoalan lulus atau tidak lulus SNMPTN, kawan.
Gue pribadi engga pernah merasakan apa itu yang namanya SNMPTN. Gue sama sekali engga tahu bagaimana rasanya berada dalam situasi di mana lo harus ngerjain puluhan soal-soal tertulis dan harus bersaing dengan ribuan orang demi satu tujuan: mendapatkan satu tempat di perguruan tinggi. Gue juga sama sekali engga tahu bagaimana dan seberapa deg-degannya ketika lo harus menunggu hasil tes/seleksi yang tentunya sudah lo perjuangkan habis-habisan.
Entah bagaimana rasanya, gue engga pernah tahu.
Engga pernah terbayangkan di benak gue sebelumnya, kalo gue bakal kuliah di sebuah perguruan tinggi negeri yang cukup bergengsi, bernama Institut Pertanian Bogor (IPB). Semuanya bermula ketika dua tahun yang lalu, di saat gue yang saat itu masih berseragam putih abu-abu; mendatangi ruangan BK sekolah bersama beberapa orang teman SMA gue, untuk mencari informasi mengenai jalur undangan/PMDK yang dikirimkan oleh perguruan tinggi ke sekolah.
"Baru IPB yang sudah ngirim surat undangan PMDK, perguruan tinggi lain belum", begitu kira-kira kata guru BK yang gue dan temen-temen gue temui di ruangannya. IPB? Jujur, gue engga terlalu mengenal banyak mengenai perguruan tinggi ini.

Dari guru BK sekolah, gue meminjam buku panduan informasi jurusan-jurusan yang ada di IPB. Buku tersebut gue baca dan pelajari di rumah setiap harinya, dan alhasil... gue tertarik sama salah satu jurusan yang ada. Jurusan itu bernama Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat.

Pada akhirnya, setelah mempertimbangkan ini dan itu; setelah berdiskusi dengan orang tua, keluarga, dan juga guru-guru di sekolah; setelah berdebat cukup lama dengan batin gue sendiri; gue pun memberanikan diri untuk melamar dan mengirimkan berkas-berkas persyaratan ke IPB. Dari sekolah gue, yang melamar ke IPB saat itu ada sepuluh orang (termasuk gue). Pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya, yang diterima di IPB melalui jalur ini biasanya tidak pernah lebih dari lima orang. Gue cemas, takut engga diterima.

Akan tetapi, satu hal yang membuat gue optimis bahwa gue akan diterima di IPB adalah peluang gue yang terbilang cukup gede untuk dapat meraih satu tempat di IPB. Diatas kertas, nilai rata-rata rapor gue berada di peringkat kedua dari sepuluh orang pelamar sekolah gue tersebut. Kalaupun yang keterima di IPB kurang dari lima orang, kemungkinan besar gue bisa masuk salah satu diantaranya. Namun tetap saja, nilai rapor saja tidak menjamin. Masih banyak kriteria seleksi lainnya yang harus dipertimbangkan untuk satu buah tempat di IPB.

Hampir dua bulan lamanya gue harus menunggu pengumuman hasil PMDK IPB (yang bernama USMI--Undangan Seleksi Masuk IPB). Berbeda dengan teman-teman gue yang melamar jalur undangan perguruan tinggi ini dan itu sembari menunggu pengumuman dari IPB, gue engga. Gue cuma melamar di IPB dan entah kenapa jadi engga tertarik (atau males) untuk mencoba mengirim lamaran ke perguruan tinggi lainnya.

Sekitar bulan Januari 2010, ketika gue main ke warnet sepulang sekolah, gue dikejutkan dengan pengumuman di situs resmi IPB yang menyatakan bahwa saya diterima sebagai mahasiswa Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat di Institut Pertanian Bogor.

"Alhamdulillah hirrobbil 'alamin"--itu kata pertama yang terucap dari mulut gue.

Dari sepuluh pelamar, hanya empat orang yang diterima melalui jalur undangan IPB. Betapa senang dan bangganya gue. Jalan menuju perguruan tinggi sangatlah dipermudah oleh Allah. Gue engga perlu lagi daftar dan bayar bimbel mahal-mahal untuk persiapan tes SNMPTN, gue engga perlu lagi ikut tes SNMPTN dengan peluang lulus yang terbilang cukup kecil, gue engga perlu capek-capek melamar sana-sini untuk masuk perguruan tinggi. Gue berhasil masuk dengan mudah melalui jalur undangan PMDK atau yang di IPB dinamakan dengan jalur USMI.
Ah, Allah maha baik.
 ***
Hingga saat ini, gue sudah dua tahun kuliah di IPB. Wow, begitu banyak hal-hal dan pengalaman yang gue dapatkan selama berkuliah di tempat ini. Di sini gue tidak hanya belajar sebatas pelajaran mata kuliah, tapi lebih dari sekadar itu, di sini gue banyak belajar mengenai hidup.
Read More..

Kamis, 14 Juni 2012

Ada yang Baru di Youtube!

Hari gini siapa sih yang engga kenal sama yang namanya situs Youtube?
Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, bahkan sampe kakek nenek, gue rasa udah pada cukup akrab semua dengan salah satu situs paling populer di dunia ini. Situs Youtube didirikan oleh 3 orang mantan karyawan, yaitu: Chad Hurley, Steve Chen, dan Jawed Karim sekitar tahun 2005an. Hingga sekarang, situs ini menjadi salah satu situs yang paling banyak diakses oleh ratusan juta orang di seluruh penjuru dunia, dan denger-denger nih situs Youtube ini menjadi situs online video provider palin dominan di Amerika Serikat (bahkan dunia) dengan menguasai 43 persen pasar.

Nah, buat kalian yang hari ini buka situs Youtube, perhatiin deh ada yang beda di logo Youtube!.

See What?
Ya, terlihat ada gambar wayang  dan tugu kebanggaan bangsa kita, monas.
KOK?

Awalnya gue juga bingung kenapa ya dua gambar itu nangkring di situs ini. Berhubung KEPO tingkat tinggi, gue pun bergoogling ria, dan mendapatkan info. Jadi, hari ini (Kamis, 14 Juni 2012) tepat secara resmi diluncurkannya Youtube Indonesia, dengan alamat akses: www. youtube.co.id, dan tampilan halaman depan yang dapat dipilih dengan menggunakan Bahasa Indonesia.


Peluncuran Youtube Indonesia ini sih katanya bertujuan untuk lebih mempermudah pengaksesan video-video lokal (Indonesia), trus biar para penggiat video di Indonesia dapat lebih kreatif lagi dalam membuat video dan mengunggahnya ke ranah publik. Begitu.
Oya, peluncuran Youtube Indonesia ini juga ditandai dengan dibukanya kantor Youtube di negara kita tercinta, Indonesia, oleh Google (yang notabene induknya si Youtube).

Harapannya sih semoga Youtube Indonesia ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan engga disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Semoga juga melalui Youtube Indonesia ini, nama Indonesia juga bisa lebih terangkat dan dipandang oleh dunia.

Komentar kalian?
Ayo cek Youtube-nya sekarang!


Source:
Sejarah Youtube dan berbagai artikel yang dibaca melalui Google :)

Komentar kalian?
Read More..

Sabtu, 26 Mei 2012

Dian Sastro Ketemu Vampire?

Kalo ditanya siapa salah satu artis Indonesia yang cantiknya pake banget, Dian Sastro-lah jawabannya. Engga sekedar cantik, Dian juga smart, kepribadiannya oke, aktingnya juara, punya segudang prestasi, dan jiwa sosialnya tinggi. Sebagai seorang perempuan,  buat gue Dian Sastro itu paket lengkaaaaaap banget deh pokoknya.

*melting!

Baru-baru ini, Dian Sastro yang notabene merupakan ambassador dari sebuah produk kecantikan terkenal asal Paris, dipilih dan ditunjuk menjadi perwakilan Indonesia untuk mengikuti Festival Film Cannes 2012 di Cannes, Perancis--sebuah festival film yang cukup wow di Perancis sana dan terkenal banyak dihadiri oleh bintang-bintang dunia. Dian Sastro dipilih tak lain dan tak bukan adalah karena prestasinya yang luar biasa dan dianggap mampu mewakili kecantikan luar-dalam perempuan Indonesia.
For your information, Dian Sastro menjadi brand ambassador dari Indonesia sekaligus orang Asia Tenggara pertama lo yang beruntung untuk menghadiri perhelatan festival film di Perancis tersebut, dan akan bersanding dengan ambassador-ambassador lainnya, seperti Gwen Stefani dan Aishwarya Ray. Wooow keren!.

Festival Film Cannes yang dihadiri oleh Dian Sastro membawa cerita yang mungkin amat-sangat-menyenangkan-sekali baginya. Selain menjadi kebanggaan tersendiri dapat menjadi wakil Indonesia di festival film tersebut, yang tak kalah menyenangkan dan mungkin bikin iri banyak cewek-cewek (atau bahkan cowok-cowok?) di luar sana, adalah...
- Dian Sastro dan Robert Pattinsion -
YA! di Festival Film Cannes semalam, secara kebetulan Dian Sastro duduk tepat di depan kursi Robert Pattinson. Momen "langka" ini ga dilewatkan begitu saja oleh Dian, yang akhirnya berfoto bersama Robert Pattinson (Edward Cullen), si vampire idola banyak orang di seluruh dunia itu.
Tulis Dian Sastro di akun Twitter-nya, semalam.
Sontak, foto Dian Sastro bersama Robert Pattinson tersebut langsung ramai diperbincangkan banyak orang di Twitter, dan sempat menjadi trending topic di social media tersebut. Wah, bener-bener beruntung ya Dian Sastro ini.
***

Dian Sastro saat menghadiri Festival Film Cannes (26 Mei 2012 waktu setempat)
Dian Sastro dibalut gaun biru grancangan desainer Eddy Betty

"I'm a very lucky girl... And very2 thankful for all this"--tulis Dian Sastro.

(Yes, girl! You are a very LUCKY GIRL!)

Sumber:
Read More..

Sabtu, 19 Mei 2012

One Man, One Tumbler!

Lingkungan dan Perubahan iklim (climate change) merupakan sebuah isu global yang cukup serius dan menjadi perhatian banyak kalangan di seluruh dunia. Isu ini menjadi cukup penting untuk dibahas dan dicarikan jalan keluar yang tepat agar permasalahan perubahan iklim yang mengancam seluruh dunia dapat diatasi dan ditekan laju perubahannya.
Di acara Extraordinary Youth and Young On Top Campus IPB Roadshow yang diadain di kampus gue kemarin, ada presentasi dan pemaparan menarik mengenai isu lingkungan dan perubahan iklim dari Sirly Widyaningrum (perwakilan dari Young On Top Greeneration). Dalam presentasinya, Ka Sirly memaparkan banyak hal dan fakta-fakta terkait dengan masalah-masalah lingkungan dan climate change ini. Nah, untuk membantu mengatasi permasalahan yang ada,  Young On Top Greeneration punya sebuah program bernama "the Climate Project Indonesia", di mana salah satu  project yang mereka laksanakan adalah project "One Man One Tumbler".
A: TUMBLER? yang sejenis blog itu ya?
B: Bukaaaan, itu mah "TUMBLR". Ga pake "e".
A: Trus, TUMBLER itu apa?
B: Wadah minuman.
Ini TUMBLER
Ya, jadi YOT Greeneration ini berusaha menyosialisasikan kepada masyarakat luas mengenai penggunaan TUMBLER sebagai tempat minum untuk menggantikan botol-botol plastik yang kerap kita gunakan setiap harinya.

Kenapa diganti?
Hal ini dalam rangka mengurangi sampah botol-botol plastik yang seperti kita ketahui, terbuat dari bahan yang sangat susah dan lama untuk diurai, serta perlu waktu ratusan tahun lamanya untuk dapat terurai.

***
Gue pribadi, setuju dan tertarik banget sama project yang dijalankan YOT Greeneration ini. Bayangin aja, betapa banyaknya sampah-sampah botol plastik hasil konsumsi air mineral/minuman berbotol plastik dari seluruh orang di dunia dalam sehari. Pasti banyak banget, karena sebagian besar orang-orang di seluruh dunia mengonsumsi produk berbotol plastik yang "sekali pakai langsung buang" setiap harinya, termasuk gue. Nah, kalau hal ini enggak ditekan dan dibiarkan terus-menerus, bisa-bisa sampah-sampah botol plastik akan terus menggunung dan bakal berdampak ke banyak hal, terutama masalah lingkungan dan perubahan iklim.

Penggunaan Tumbler bukanlah sesuatu yang cukup umum dan banyak di kalangan masyarakat luas, terutama masyarakat Indonesia. Meskipun beberapa ada yang udah make Tumbler, tapi yang gue liat sih Masyarakat kita cenderung lebih banyak dan lebih seneng make botol-botol/kemasan plastik kalo bepergian ke mana-mana.

"Bawa-bawa Tumbler (wadah minuman) ke mana-mana kan ribet, berat, dan ga praktis"..

Mindset seperti ini sebaiknya kita ubah deh. Artis-artis luar aja udah banyak kok yang kalo ke mana-mana bawa Tumbler sendiri. Bahkan ke kedai kopi/minuman aja mereka make Tumbler mereka sendiri, dan ga make wadah dari kedai tersebut.
Menggunakan Tumbler sebagai pengganti botol plastik adalah bentuk partisipasi dan langkah kecil kita dalam menjaga lingkungan dan menekan perubahan iklim di bumi tercinta ini. Yuk, mulai dari sekarang kita beralih dari penggunaan kemasan/botol plastik ke Tumbler; ke kampus, ke sekolah, ke tempat kerja, atau ke mana aja, dari pada beli-beli air mineral/minuman berkemasan botol plastik mending bawa sendiri kan dari rumah dengan menggunakan Tumbler. Lagipula Tumbler sama sekali ga ribet dan berat kok. Praktis dan bisa dipake berulang-ulang. Setuju?

One Man, One Tumbler--untuk lingkungan dan bumi yang jauh lebih baik!
Read More..

Jumat, 11 Mei 2012

A Little Story from Trans TV

Senin kemarin, gue bersama ke-48 mahasiswa KPM (Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat) melakukan kunjungan ke Trans TV, dalam rangka kegiatan HIMGOS--Himasiera Goes To Public.
Sebelumnya gue kasih tau dulu, HIMASIERA itu adalah nama himpunan keprofesian jurusan gue (KPM), yang merupakan singkatan dari Himpunan Mahasiswa Peminat Ilmu Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat.

lanjut..

Sekitar pukul 11an kita berangkat dari Bogor menuju Trans TV dengan menggunakan bus. Ditemani obrolan rame khas anak KPM dan lagu-lagu alay yang diputer bapak supir bus, perjalanan terasa begitu menyenangkan *bukan karena lagu alay-nya lo. Setelah sukses bermacet-macet ria di jalan, sekitaran pukul 1an, bus akhirnya mendarat tepat di depan gedung Trans TV.
Trans Tipi: Milik kita bersamaaa
Setelah turun dari bus, kita semua langsung menuju gedung Trans TV, yang bersebelahan dengan gedung Trans 7 dan gedung salah satu bank swasta.
Begitu masuk.. wow! banyak anak-anak remaja ibukota dengan tampang dan pakaian yang agak kurang sedep dipandang, tengah duduk di lantai, sedang menunggu pembagian sembako syuting jadi penonton salah satu acara di Trans TV sepertinya. Oke, lupakan mereka.


Cowok paling kece di ujung paling kanan itu gue!
Sembari menunggu pihak Trans TV-nya dateng, gue dan temen-temen Solat Zohor di mushola lobinya yang ternyata lumayan sempit itu. Setelah sholat, tradisi berfoto-foto ria pun dimulai. Ga peduli diliatin orang-orang yang lalu-lalang di sekitar sana, photo is a must!.
Lama nunggu di lobi, gue cuma clangak-clinguk liat orang-orang keluar masuk gedung Trans TV, sambil ngarep ada artis yang lewat. Duh, kamseupay bin norak banget ya gue.
***
 Kunjungan dari kita diterima dengan sangat baik oleh pihak Trans TV. Kita dipersilakan masuk ke dalam sebuah ruangan bernama "ruang serba guna", yang terletak tepat di sebelah meja resepsionis. Di ruangan tersebut kita disambut oleh pihak public relation-nya Trans TV bersama satu orang mahasiswa yang tengah magang, dan diperkenalkan tetek bengek Trans TV lebih mendalam.
Perkenalan dimulai dengan menonton video company profile-nya Trans TV. Keren, tapi agak kelamaan videonya. Setelah pemutaran video, Mbak Dian Savitri (salah satu public relation) melakukan presentasi mengenai Trans TV, mulai dari sejarah berdirinya, arti logo dan visi-misinya, divisi-divisi pekerjaan yang ada di Trans TV, proses produksi dan segala macamnya. Lengkap. Informatif. Wawasan dan pengetahuan gue bertambah banget.
Mbak Dian Savitri
Gue dan temen-temen lainnya terlihat begitu antusias mendengar setiap detail penjelasan mengenai seluk-beluk Trans TV. Antuisme itu terlihat dari keseriusan dan banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh beberapa temen gue. Pertanyaan yang diajukan bervariasi, mulai dari mengenai program-program yang ada di Trans TV, program CSR Trans TV, hingga mengenai cara magang dan proses recruitment karyawan Trans TV. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh temen-temen gue tersebut dijawab dengan sangat gamblang dan "menjawab". Setelah sesi presentasi dan tanya jawab berakhir, ada pemberian cinderamata/kenang-kenangan dari kita untuk pihak Trans TV, begitupun sebaliknya pihak Trans TV memberikan kenang-kenangan untuk kita.
Setelah itu, gue dan temen-temen semua  diajak melakukan tour berkeliling gedung Trans TV. Kita dibawa untuk melihat ruangan-ruangan yang ada di sana serta studio-studio yang dipakai untuk syuting beragam program Trans TV, seperti: studio untuk syuting Reportase, Insert dan Inside, talkshow Semangat Pagi (yang dahulunya pernah dipake untuk syuting program Derings, Ceriwis, dan Online).
Perlengkapan dan teknologi yang dipake di dalam studio juga keren sekali, dan satu hal yang bikin gue dan temen-temen gue cukup tercengang adalah... studionya kecil banget, men! Gak segede dan selebar yang biasa lo liat melalui layar televisi.

"Kita pake teknologi wide camera. Jadi, meskipun aslinya studionya kecil, tapi di televisi  bakal terlihat lebih besar dan lebar", terang Mas Raditya Dwi K. (public relation-nya Trans Tv yang nemenin kita tour keliling gedung).

Woow, emejiiing!

Selain mengunjungi studio-studio yang ada di Trans TV, kita juga diajak mengunjungi control room Trans TV serta dijelasin kegunaan dan fungsi dari masing-masing ruangan kontrol tersebut. Keren. Nambah lagi ilmunya.
Setelah puas berkeliling dan terkagum-kagum dengan isi gedung Trans TV, gue dan temen-temen diizinkan untuk merasakan proses syuting secara langsung. Kita masuk ke studio 1, dan mengambil posisi duduk paling belakang (karena semua bangku yang depan-depan udah keisi sama penonton-penonton geng alay), untuk kemudian mengikuti syuting salah satu program Trans TV, bernama "Tahan Tawa". Gue akuin proses syuting di Trans TV ini orang-orangnya cukup profesional, sehingga syutingnya, terbilang cepet, ga diulang-ulang berkali-kali, dan ga molor waktu. Bedaaaa banget sama syuting di channel tv tetangga yang pernah gue ikutin beberapa waktu lalu, yang molor waktunya ke-ba-nge-tan!.
Nah, berhubung udah malem, dan kita mesti balik ke Bogor, akhirnya kita cuma ikut syuting satu segmen "Tahan Tawa" doang.
Logo Trans TV yang berbentuk berlian ini punya makna filosofis tersendiri
Sebelum pulang, gue dan beberapa temen nyari makan buat ganjel perut yang udah keroncongan banget, di sekitaran Trans TV. Kita pun  makan di Pecel Lela dan sempet belanja di tongkrongan gaulnye anak gaoool: Seven Eleven (Sevel), belanja makanan-makanan ringan (yang harganya ga "ringan") buat bekel makan di atas bus nanti.

!NSERT CORNER
Ketemu Peppy di lobi sebelum pulang! dan ketemu beberapa artis lainnya juga: Ben Joshua, Chika Jessica, Hesty Purwadinata, Bedu, Daus Separo, Ichsan Akbar, Shezy Idris, VJ Robby, Yuki Kato

Seneng sekali bisa punya pengalaman berkunjung sambil belajar ke Trans TV!
Nambah wawasan dan pengetahuan banget.
Selama ini teh cuma bisa liat Trans TV dari balik layar televisi doang, eh taunya punya kesempatan mengunjungi langsung gedung Trans TV dan ngeliat banyak hal baru, terutama studio-studionya yang bikin kagum dan bisa ngerasain langsung berada di dalamnya.

Terima kasih buat pihak Trans TV yang udah baik banget menerima kedatangan kita ke sana. Mas dan Mbak-nya welcome dan ramah sekali.

Terima kasih juga HIMASIERA-ku untuk kesempatan yang luar biasa ini.

*Seneng kali ya bisa kerja di sana, pake kostum hitam kebanggaan mereka itu*
One day...maybe!

***
   Note: Ini bukan postingan berbayar ataupun promosi, ini murni cerita pengalaman yang gue rasain selama berkunjung ke Trans TV.

Cheers!!
Read More..

Kamis, 03 Mei 2012

Up Grading Pengurus PSM IPB Agria Swara 2012

Wow, udah hampir dua bulan lebih looo blog ini mati suri.
Sibuk, males, ga mood ngeblog, ga ada ide = alasan dibalik mati surinya blog gue ini.
Sok Sibuk!
Okay, engga perlu banyak basa-basi lagi, kali ini gue mau ngereview sedikit tentang Up Grading Pengurus PSM IPB Agria Swara tahun 2012, yang baru saja gue dan temen-temen gue laksanain beberapa hari yang lalu.

Up Grading pengurus adalah sebuah kegiatan tahunan yang selalu dilaksanakan oleh seluruh organisasi/UKM di IPB, dalam rangka memperat hubungan sesama anggota serta mengembangkan dan meningkatkan kapasitas diri para anggota organisasi/UKM dalam berbagai bidang.

Sebagai salah satu UKM seni di IPB, PSM IPB Agria Swara tidak ketinggalan dalam melaksanakan kegiatan Up Grading. Tahun ini, Up Grading Pengurus PSM IPB Agria Swara berlangsung pada hari Minggu, 29 April 2012, bertempat di sekitaran kampus IPB.

Acara yang diketuai oleh Kak Emir Aditya (Tenor) ini berlangsung dari pukul 6 pagi hingga pukul 6 sore. Acara dibuka dengan senam pagi bersama dan pembagian kelompok Up Grading yang dilaksanakan di Taman Gladiator IPB. Acara Up Grading ini terdiri dari dua sesi: sesi pagi dan sesi siang, Sesi Pagi adalah sesi di mana masing-masing kelompok berjalan dan mendatangi satu persatu pos-pos yang tersebar di berbagai tempat di sekitaran kampus. Ada lima buah pos yang disediakan (pos Arboretrum, pos Taman Rektorat, pos GMSK, pos Audit Sylva Pertamina, pos Student Center), di mana di setiap pos akan ada permainan-permainan dan semacam uji pengetahuan yang berkaitan dengan pengembangan dan peningkatan kapasitas diri dalam berbagai bidang, seperti: kepemimpinan, komunikasi, dan lain-lain.
Sesi Siang diberi nama "Running Man". Masing-masing kelompok diberikan secarik kertas yang berisi daftar tugas-tugas dan tantangan yang harus dikerjakan dan dilaksanakan oleh setiap kelompok, dalam waktu dua jam. Sesi ini berlangsung dengan sangat seru dan dilakukan dengan sangat bersemangat oleh seluruh kelompok.

Acara terakhir adalah menampilkan penampilan bernyanyi paduan suara (lagu daerah) dari masing-masing kelompok di depan seluruh peserta dan panitia. Penampilan ini akan dinilai oleh panitia dan nilainya akan diakumulasikan dengan nilai-nilai yang diperoleh dari dua sesi sebelumnya.
Setelah penampilan super menghibur dari masing-masing kelompok, panitia pun mengumumkan urutan peringkat pemenang Up Grading 2012, dan hasilnya adalah:

Juara 1 : Kelompok Afika (Kak Dini, Eggi, Rio, Amar).
Juara 2 : Kelompok Agria Ambassador (Ka Tama, Ino, Nindy, Ganies).
Juara 3 : Kelompok Uguagua (Ka Arin, Irga, Anggi, Age, Hakiem).
Juara 4 : Kelompok Iyuh (Ka Kresna, Ka Zuma, Zia, Dita, Lulu).
Juara 5 : Kelompok Gembel (Ka Nadia, Ka Emyu, Angga, Aldi, Emil).

Acara pun ditutup dengan belajar berafirmasi bersama pembina PSM IPB Agria Swara, Pak Agus Lelana, yang sengaja diundang untuk memberikan sepatah dua patah kata di acara Up Grading ini.
***

Overall, acara Up Grading-nya seru dan menyenangkan sekali.
Engga sebatas seru-seruan, tapi banyak juga manfaat dan pembelajaran yang didapat, seperti pengetahuan yang lebih mengenai Agria Swara maupun dalam bidang manajemen organisasi, kepemimpinan, komunikasi, kerjasama dalam tim, kepribadian, dan lain-lain.

I LOVE AGRIA SWARA!
Read More..

Kamis, 23 Februari 2012

God is Good

Dua bulan yang lalu sempet sedih dan down banget ketika gue dinyatakan gagal audisi konser tahunan PSM IPB Agria Swara. Gue sedih karena gue bener-bener pengen BANGET ikutan yang namanya konser tahunan.Tapi lebih dari sekedar gagal audisi, gue sedih karena gue ngerasa kehilangan banyak momen dan waktu bareng temen-temen deket di Agria Swara. Gue kehilangan momen latihan sampe tengah malam bahkan hampir pagi bareng mereka, pulang bareng dari tempat latihan sambil nyanyi-nyanyi di sepanjang jalan kampus yang udah sepi dan udah berasa milik kita, makan bareng sepulang latihan di daerah Babakan Raya (nama kerennya: BARA), usaha bareng-bareng, capek bareng-bareng. Itu!, alasan sebenernya kenapa gue terlihat sangat sedih dan kecewa atas kegagalan audisi ini.

Dari gagalnya audisi ini, gue banyak (banget) belajar. Gue belajar bagaimana menerima segala sesuatu dengan lapang dada dan ikhlas. Awalnya emang sulit banget, namun seiring berjalannya waktu, gue akhirnya sampai di satu titik dimana gue ngerasain yang namanya "ikhlas" yang sebener-benernya ikhlas, dan itu luar biasa banget rasanya. Hati gue lega dan damaaaaaai banget rasanya. Ternyata indah banget ya yang namanya ikhlas itu.

Mungkin, konser tahunan tahun ini bukan rejeki gue. Gue emang pengen dan berharap banget bisa nyanyi di konser tahunan, tapi Allah menentukan lain. Gue gagal. Tapi gue percaya, kalo Allah tahu apa yang terbaik buat gue, dan Allah engga memberi apa yang gue pengenin, tapi apa yang gue butuhin. Dibalik kegagalan ini, Allah sebenernya tengah mempersiapkan sesuatu yang lebih besar dari ini.

Dan emang iya. Banyak hal-hal besar yang gue dapetin setelah kegagalan ini. Gue dapet bertubi-tubi kebahagiaan dan kesenangan dari Allah. Salah satunya adalah pencapaian gue di semester 3 yang boleh gue katakan lebih banget dari apa yang gue ekspektasikan, nilai akademik dan IP gue meningkat sangat drastis di semester 3, jauh dari apa yang gue bayangkan. Gue seneng banget.
Hal besar lainnya, mungkin ini:



Lolos wawancara dan bergabung di Himasiera (Himpunan Mahasiswa Peminat Ilmu-ilmu Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat) --Divisi Jurnalistik!


 Lolos wawancara dan bergabung di "Sanggar Juara"

Lolos wawancara dan bergabung di divisi HUMAS, acara tahunan fakultas--ESPENT (Ecology Sport and Art Event)

Setuju kan kalo Allah itu baik banget. Terlalu baik malah..
Read More..

Sabtu, 07 Januari 2012

Toilet Bintang Lima Wakil Rakyat Kami

Tahun 2012 baru memasuki hari ke-8. Om-om dan tante-tante DPR yang terhormat udah bikin ulah lagi noh. Setelah kemaren gencar-gencarnya mau ngerenovasi gedung kerja mereka yang katanye udah miring dan nambahin fasilitas-fasilitas yang engga mau kalah dengan hotel-hotel mewah, eh sekarang bikin heboh lagi, mau ngerenovasi beberapa toilet gedung mereka dengan dana yang diperkirakan sebesar Rp 2.000.000.000! Ya, DUA MILYAR RUPIAH, untuk TOILET, DOANG. Edan.

Heboh perenovasian toilet 2M ini langsung menarik perhatian banyak orang. Topik ini ramai dibahas dan diperbincangkan orang di berbagai media, entah itu di internet maupun di televisi, bahkan jadi headline surat kabar loh. Deuh.

Gue memandang perenovasian toilet gedung DPR ini sebagai bentuk pemborosan dan penghamburan uang buat hal-hal sepele dan engga terlalu penting. Toilet doang gitu loh, masa iya sampe nelen biaya segitu mahalnya. Mau bikin toilet macam apa coba. Lagian buat apa juga bikin toilet yang mewah-mewah, toh kepakenya buat urusan buang hajat doang kan, ya kali kalo mau dipake buat tempat kerja tu toilet. Toilet yang sederhana cukup lah asal bersih dan sehat. Ga perlu yang mewah bak toilet-toilet di hotel berbintang. Buat apaaaaaa?.

Disaat para anggota DPR seolah tengah sibuk memperkaya dan menekslusifkan diri mereka dengan berbagai fasilitas serba mewah dan mahal, mereka seolah menutup mata dan lupa akan satu hal, satu hal penting yang (seharusnya) menjadi tanggung jawab utama mereka....Rakyat!. Ya, rakyat. Agak ironis emang ngeliat di berbagai tempat/daerah di Indonesia masih ada atau bahkan masih banyak masyarakat yang engga punya akses sama sekali akan fasilitas MCK--Mandi Cuci Kakus. Untuk mandi, mencuci pakaian, dan buang hajat saja mereka harus jauh-jauh ke sungai, atau yang lebih parah, fakta miris yang gue dapatkan dari dosen di mata kuliah Sosiologi Pedesaan (Sosped) adalah beberapa dari masyarakat kita bahkan ada yang terpaksa buang hajat di tengah-tengah kebun atau di rerumputan di belakang rumah mereka. Miris banget emang kalo mau ngebandingin dengan toilet 2M yang ingin dibangun untuk para anggota DPR yang terhormat.

Melihat betapa mirisnya kondisi rakyat kita ini, menurut gue kenapa dana yang sebegitu besarnya itu engga dialokasiin terlebih dahulu untuk pembangunan fasilitas MCK bagi rakyat/masyarakat miskin yang punya keterbatasan akses akan fasilitas MCK tersebut. Mereka engga butuh kok fasilitas MCK yang mewah nan megah, fasilitas yang layak serta memadai saja bagi mereka itu lebih dari cukup.




 VERSUS




Agak heran dan bingung sebenernya sama jalan pikiran om-om dan tante-tante wakil rakyat. Perasaan dari awal engga henti-hentinya menuai kehebohan demi kehebohan dengan cerita inilah cerita itulah. Sedangkan kinerjanya sendiri mana ya?, patut dipertanyakan. Okelah ya kalo mau dan ingin fasilitas ini itu, tapi imbangi dengan kinerja yang nyata dan kinerja yang mampu bikin rakyat Indonesia sejahtera dong. Jangan mau enaknya aja atuh ya.
"Wakil rakyat seharusnya MERAKYAT, jangan tidur waktu sidang soal rakyat"
Super setuju sama kata Om Iwan Fals. Para wakil rakyat yang terhormat seharusnya bisa merakyat lah. Prioritas utama kalian itu ya kami, RAKYAT  Indonesia!, jangan sibuk memprioritaskan diri sendiri dengan berbagai fasilitas mewah dan mahal, lantas melupakan kami.
Oya, satu lagi. Kalo lagi sidang dan rapat tentang urusan rakyat, jangan pada tidur di kursi kalian yang empuknya naujubillah, atau jangan sibuk mainin henpon dan gadget mahal kalian yang harganya waw itu, ataaaaaaau (yang lebih penting) jangan pada nonton pidio "biru" atuh ya. Ups.

Salam damai, dan kecup manis dari saya untuk om-om dan tante-tante wakil rakyat!

*Sumber gambar: http://slametux.blogdetik.com
Read More..

Rabu, 04 Januari 2012

Marmut Merah Jambu Yang Malang

 
Oke, ga perlu gue jelasin panjang lebar buku macam apa dan buku siapa ini, karena gue rasa lo lo semua pasti udah tau jawabannya. Atau buat yang engga tahu, cukup liat di cover depan bukunya, jelaslah sudah siapa pemilik hati buku ini.
Yang perlu gue ceritain adalah kenapa buku ini gue sebut malang? Ada apa dengan cinta buku ini? Akankah terkuak tabir hitam, misteri, dan sisi kelam yang dianggap tabu namun layak untuk diperbincangkan dan dikupas secara tajam setajam... #BerasaHostInfotainment

Ya, jadi di tanggal 24 Desember tahun lalu, bertepatan dengan brojolnya (baca: rilisnya) buku keenam Raditya Dika—Manusia Setengah Salmon, gue dengan semangat membabi buta berangkat ke Gramedia Ekalokasari buat beli buku terbarunya Bang Dika itu. Begitu di Gramedia, akhirnya gue ga hanya beli Manusia Setengah Salmon, tapi juga Marmut Merah Jambu—buku kelimanya. Sebenernya sih gue udah khatam baca ni buku (Marmut Merah Jambu), hasil pinjeman dari temen kampus dulu. Nah kenapa gue beli? Satu, jujur karna gue pengen baca lagi. Dari semua buku-bukunya Bang Dika, Marmut Merah Jambu-lah buku favorit gue. Namun lebih dari sekedar kepengen baca lagi, ada niat terselubung dibalik itu semua. Gue pengen bawa buku itu ke acara YUPI, biar dapet tanda tangannya Bang Dika. Ha-ha-ha.

Tapi sayang, sayang, sayang, seribu kali sayaaaang..
Malamnya, pas di kosan, ketika gue mau baca-baca buku Marmut Merah Jambu ini, tepat ketika gue mau ngebuka dan ngebaca bab “Buku Harian Alfa”, jedeeeeer! Halamannya ga adaaa!. Gue pun ngebolak-balik isi buku sambil ngelirik ke halaman-halamannya, eh ternyata bukunya kurang 2 bab. Waduh, buku yang baru gue beli kurang lengkap coba

Secercah sinar harapan datang *lebay deh* ketika di halaman-halaman belakang buku gue melihat ini:


Yes, bisa dituker!

Senin pagi (26 Desember) ke kantor pos-lah gue dengan sebuah amplop gede berisi buku MMJ yang siap gue kirim ke redaksi. Pertama gue jalan ke kampus menuju “pos berjalan” yang suka mangkal di deket kampus, taunya ga ada. Kemudian gue naik angkot ke kantor pos yang di luar kampus. Sampe di kantor pos, eh papan kecil bertuliskan “TUTUP” tepat di depan pintu kantor pos bikin gue geram. Lagi suasana libur natal kali ya. Gue pun balik lagi ke kosan.
Besoknya gue dateng lagi tuh ke kantor pos luar kampus, lagi-lagi naik angkot. Kantor posnya buka. Sesuatu!
Akhirnya gue ngirim buku itu melalui pos dan (yang bikin malesnya adalah) gue mesti bayar 7 ribu rupiah sebagai ongkos kirim. Asem! Gue kira gratis.
Besoknya lagi kan gue ke acara YUPI, deuh gagal deh gue bawa Marmut Merah Jambu ini buat ditandatanganin. Akhirnya Cuma bawa Manusia Setengah Salmon yang berhasil-berhasil-berhasil-horeee ditandatanganin langsung dari tangannya Bang Dika.
Pamer lagi aaaaah
 ***
Lamaaaa gue nunggu MMJ yang gue kirim kok engga kunjung datang ya kiriman balik dari redaksi. Mana buku baru yang dijanjikan? Mana? Mana? Mana? *bershower*
Setelah tepat seminggu ngirim, secercah sinar harapan (lagi-lagi datang), akhirnya di suatu sore yang indah, saat gue tengah asyik bercengkrama dengan buku-buku untuk UAS, gue dikagetkan dengan suara ketukan pintu dan suara orang meneriaki nama gue dari luar. Suara siapakah gerangan? *berasa sinetron ga sih*. Ternyata eh ternyata itu suara temen sekosan gue yang berdiri dengan tegap di depan kamar kosan gue dan ngasih sebuah paket kiriman.
AHA! Ini dia.

Buku baru pun datang!
Lengkap dengan halaman ini tentu saja
***
Alhamdulillah lah diganti dengan yang baru, meskipun kalo dihitung-hitung gue rugi dan ngebayar lebih loh buat buku ini.

  • Rugi 1 : Gue ga bisa bawa buku ini ke acara YUPI. Coba halamannya ga cacat produksi pasti ga perlu gue kirim-kirim lagi kan, dan bisa gue bawa ke acara buat ditandatanganin.
  • Rugi 2 :Rugi harga. berikut rinciannya:
          Harga buku MMJ = 39.000 rupiah                 
          Ongkos kirim via pos = 7.000 rupiah
          Ongkos angkot hari pertama = 1.000 rupiah
          Ongkos angkot hari kedua = 1.000 rupiah
          TOTAL =  48 RIBU RUPIAH yang harus gue bayar untuk buku ini. (rugi 9 RIBU).
Lebih mahal kan?
*Buset dah mahasiswa banget ye gue. Perhitungannya abis-abisan ha-ha-ha-ha-ha.

Tapi thank you loh,
redaksinya udah baik ngasih ganti buku baru.
Lain waktu kirim buku gratis yaaa :D
*mari timpuk saya rame-rame*
Read More..