Sabtu, 26 Mei 2012

Dian Sastro Ketemu Vampire?

Kalo ditanya siapa salah satu artis Indonesia yang cantiknya pake banget, Dian Sastro-lah jawabannya. Engga sekedar cantik, Dian juga smart, kepribadiannya oke, aktingnya juara, punya segudang prestasi, dan jiwa sosialnya tinggi. Sebagai seorang perempuan,  buat gue Dian Sastro itu paket lengkaaaaaap banget deh pokoknya.

*melting!

Baru-baru ini, Dian Sastro yang notabene merupakan ambassador dari sebuah produk kecantikan terkenal asal Paris, dipilih dan ditunjuk menjadi perwakilan Indonesia untuk mengikuti Festival Film Cannes 2012 di Cannes, Perancis--sebuah festival film yang cukup wow di Perancis sana dan terkenal banyak dihadiri oleh bintang-bintang dunia. Dian Sastro dipilih tak lain dan tak bukan adalah karena prestasinya yang luar biasa dan dianggap mampu mewakili kecantikan luar-dalam perempuan Indonesia.
For your information, Dian Sastro menjadi brand ambassador dari Indonesia sekaligus orang Asia Tenggara pertama lo yang beruntung untuk menghadiri perhelatan festival film di Perancis tersebut, dan akan bersanding dengan ambassador-ambassador lainnya, seperti Gwen Stefani dan Aishwarya Ray. Wooow keren!.

Festival Film Cannes yang dihadiri oleh Dian Sastro membawa cerita yang mungkin amat-sangat-menyenangkan-sekali baginya. Selain menjadi kebanggaan tersendiri dapat menjadi wakil Indonesia di festival film tersebut, yang tak kalah menyenangkan dan mungkin bikin iri banyak cewek-cewek (atau bahkan cowok-cowok?) di luar sana, adalah...
- Dian Sastro dan Robert Pattinsion -
YA! di Festival Film Cannes semalam, secara kebetulan Dian Sastro duduk tepat di depan kursi Robert Pattinson. Momen "langka" ini ga dilewatkan begitu saja oleh Dian, yang akhirnya berfoto bersama Robert Pattinson (Edward Cullen), si vampire idola banyak orang di seluruh dunia itu.
Tulis Dian Sastro di akun Twitter-nya, semalam.
Sontak, foto Dian Sastro bersama Robert Pattinson tersebut langsung ramai diperbincangkan banyak orang di Twitter, dan sempat menjadi trending topic di social media tersebut. Wah, bener-bener beruntung ya Dian Sastro ini.
***

Dian Sastro saat menghadiri Festival Film Cannes (26 Mei 2012 waktu setempat)
Dian Sastro dibalut gaun biru grancangan desainer Eddy Betty

"I'm a very lucky girl... And very2 thankful for all this"--tulis Dian Sastro.

(Yes, girl! You are a very LUCKY GIRL!)

Sumber:
Read More..

Sabtu, 19 Mei 2012

One Man, One Tumbler!

Lingkungan dan Perubahan iklim (climate change) merupakan sebuah isu global yang cukup serius dan menjadi perhatian banyak kalangan di seluruh dunia. Isu ini menjadi cukup penting untuk dibahas dan dicarikan jalan keluar yang tepat agar permasalahan perubahan iklim yang mengancam seluruh dunia dapat diatasi dan ditekan laju perubahannya.
Di acara Extraordinary Youth and Young On Top Campus IPB Roadshow yang diadain di kampus gue kemarin, ada presentasi dan pemaparan menarik mengenai isu lingkungan dan perubahan iklim dari Sirly Widyaningrum (perwakilan dari Young On Top Greeneration). Dalam presentasinya, Ka Sirly memaparkan banyak hal dan fakta-fakta terkait dengan masalah-masalah lingkungan dan climate change ini. Nah, untuk membantu mengatasi permasalahan yang ada,  Young On Top Greeneration punya sebuah program bernama "the Climate Project Indonesia", di mana salah satu  project yang mereka laksanakan adalah project "One Man One Tumbler".
A: TUMBLER? yang sejenis blog itu ya?
B: Bukaaaan, itu mah "TUMBLR". Ga pake "e".
A: Trus, TUMBLER itu apa?
B: Wadah minuman.
Ini TUMBLER
Ya, jadi YOT Greeneration ini berusaha menyosialisasikan kepada masyarakat luas mengenai penggunaan TUMBLER sebagai tempat minum untuk menggantikan botol-botol plastik yang kerap kita gunakan setiap harinya.

Kenapa diganti?
Hal ini dalam rangka mengurangi sampah botol-botol plastik yang seperti kita ketahui, terbuat dari bahan yang sangat susah dan lama untuk diurai, serta perlu waktu ratusan tahun lamanya untuk dapat terurai.

***
Gue pribadi, setuju dan tertarik banget sama project yang dijalankan YOT Greeneration ini. Bayangin aja, betapa banyaknya sampah-sampah botol plastik hasil konsumsi air mineral/minuman berbotol plastik dari seluruh orang di dunia dalam sehari. Pasti banyak banget, karena sebagian besar orang-orang di seluruh dunia mengonsumsi produk berbotol plastik yang "sekali pakai langsung buang" setiap harinya, termasuk gue. Nah, kalau hal ini enggak ditekan dan dibiarkan terus-menerus, bisa-bisa sampah-sampah botol plastik akan terus menggunung dan bakal berdampak ke banyak hal, terutama masalah lingkungan dan perubahan iklim.

Penggunaan Tumbler bukanlah sesuatu yang cukup umum dan banyak di kalangan masyarakat luas, terutama masyarakat Indonesia. Meskipun beberapa ada yang udah make Tumbler, tapi yang gue liat sih Masyarakat kita cenderung lebih banyak dan lebih seneng make botol-botol/kemasan plastik kalo bepergian ke mana-mana.

"Bawa-bawa Tumbler (wadah minuman) ke mana-mana kan ribet, berat, dan ga praktis"..

Mindset seperti ini sebaiknya kita ubah deh. Artis-artis luar aja udah banyak kok yang kalo ke mana-mana bawa Tumbler sendiri. Bahkan ke kedai kopi/minuman aja mereka make Tumbler mereka sendiri, dan ga make wadah dari kedai tersebut.
Menggunakan Tumbler sebagai pengganti botol plastik adalah bentuk partisipasi dan langkah kecil kita dalam menjaga lingkungan dan menekan perubahan iklim di bumi tercinta ini. Yuk, mulai dari sekarang kita beralih dari penggunaan kemasan/botol plastik ke Tumbler; ke kampus, ke sekolah, ke tempat kerja, atau ke mana aja, dari pada beli-beli air mineral/minuman berkemasan botol plastik mending bawa sendiri kan dari rumah dengan menggunakan Tumbler. Lagipula Tumbler sama sekali ga ribet dan berat kok. Praktis dan bisa dipake berulang-ulang. Setuju?

One Man, One Tumbler--untuk lingkungan dan bumi yang jauh lebih baik!
Read More..

Jumat, 11 Mei 2012

A Little Story from Trans TV

Senin kemarin, gue bersama ke-48 mahasiswa KPM (Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat) melakukan kunjungan ke Trans TV, dalam rangka kegiatan HIMGOS--Himasiera Goes To Public.
Sebelumnya gue kasih tau dulu, HIMASIERA itu adalah nama himpunan keprofesian jurusan gue (KPM), yang merupakan singkatan dari Himpunan Mahasiswa Peminat Ilmu Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat.

lanjut..

Sekitar pukul 11an kita berangkat dari Bogor menuju Trans TV dengan menggunakan bus. Ditemani obrolan rame khas anak KPM dan lagu-lagu alay yang diputer bapak supir bus, perjalanan terasa begitu menyenangkan *bukan karena lagu alay-nya lo. Setelah sukses bermacet-macet ria di jalan, sekitaran pukul 1an, bus akhirnya mendarat tepat di depan gedung Trans TV.
Trans Tipi: Milik kita bersamaaa
Setelah turun dari bus, kita semua langsung menuju gedung Trans TV, yang bersebelahan dengan gedung Trans 7 dan gedung salah satu bank swasta.
Begitu masuk.. wow! banyak anak-anak remaja ibukota dengan tampang dan pakaian yang agak kurang sedep dipandang, tengah duduk di lantai, sedang menunggu pembagian sembako syuting jadi penonton salah satu acara di Trans TV sepertinya. Oke, lupakan mereka.


Cowok paling kece di ujung paling kanan itu gue!
Sembari menunggu pihak Trans TV-nya dateng, gue dan temen-temen Solat Zohor di mushola lobinya yang ternyata lumayan sempit itu. Setelah sholat, tradisi berfoto-foto ria pun dimulai. Ga peduli diliatin orang-orang yang lalu-lalang di sekitar sana, photo is a must!.
Lama nunggu di lobi, gue cuma clangak-clinguk liat orang-orang keluar masuk gedung Trans TV, sambil ngarep ada artis yang lewat. Duh, kamseupay bin norak banget ya gue.
***
 Kunjungan dari kita diterima dengan sangat baik oleh pihak Trans TV. Kita dipersilakan masuk ke dalam sebuah ruangan bernama "ruang serba guna", yang terletak tepat di sebelah meja resepsionis. Di ruangan tersebut kita disambut oleh pihak public relation-nya Trans TV bersama satu orang mahasiswa yang tengah magang, dan diperkenalkan tetek bengek Trans TV lebih mendalam.
Perkenalan dimulai dengan menonton video company profile-nya Trans TV. Keren, tapi agak kelamaan videonya. Setelah pemutaran video, Mbak Dian Savitri (salah satu public relation) melakukan presentasi mengenai Trans TV, mulai dari sejarah berdirinya, arti logo dan visi-misinya, divisi-divisi pekerjaan yang ada di Trans TV, proses produksi dan segala macamnya. Lengkap. Informatif. Wawasan dan pengetahuan gue bertambah banget.
Mbak Dian Savitri
Gue dan temen-temen lainnya terlihat begitu antusias mendengar setiap detail penjelasan mengenai seluk-beluk Trans TV. Antuisme itu terlihat dari keseriusan dan banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh beberapa temen gue. Pertanyaan yang diajukan bervariasi, mulai dari mengenai program-program yang ada di Trans TV, program CSR Trans TV, hingga mengenai cara magang dan proses recruitment karyawan Trans TV. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh temen-temen gue tersebut dijawab dengan sangat gamblang dan "menjawab". Setelah sesi presentasi dan tanya jawab berakhir, ada pemberian cinderamata/kenang-kenangan dari kita untuk pihak Trans TV, begitupun sebaliknya pihak Trans TV memberikan kenang-kenangan untuk kita.
Setelah itu, gue dan temen-temen semua  diajak melakukan tour berkeliling gedung Trans TV. Kita dibawa untuk melihat ruangan-ruangan yang ada di sana serta studio-studio yang dipakai untuk syuting beragam program Trans TV, seperti: studio untuk syuting Reportase, Insert dan Inside, talkshow Semangat Pagi (yang dahulunya pernah dipake untuk syuting program Derings, Ceriwis, dan Online).
Perlengkapan dan teknologi yang dipake di dalam studio juga keren sekali, dan satu hal yang bikin gue dan temen-temen gue cukup tercengang adalah... studionya kecil banget, men! Gak segede dan selebar yang biasa lo liat melalui layar televisi.

"Kita pake teknologi wide camera. Jadi, meskipun aslinya studionya kecil, tapi di televisi  bakal terlihat lebih besar dan lebar", terang Mas Raditya Dwi K. (public relation-nya Trans Tv yang nemenin kita tour keliling gedung).

Woow, emejiiing!

Selain mengunjungi studio-studio yang ada di Trans TV, kita juga diajak mengunjungi control room Trans TV serta dijelasin kegunaan dan fungsi dari masing-masing ruangan kontrol tersebut. Keren. Nambah lagi ilmunya.
Setelah puas berkeliling dan terkagum-kagum dengan isi gedung Trans TV, gue dan temen-temen diizinkan untuk merasakan proses syuting secara langsung. Kita masuk ke studio 1, dan mengambil posisi duduk paling belakang (karena semua bangku yang depan-depan udah keisi sama penonton-penonton geng alay), untuk kemudian mengikuti syuting salah satu program Trans TV, bernama "Tahan Tawa". Gue akuin proses syuting di Trans TV ini orang-orangnya cukup profesional, sehingga syutingnya, terbilang cepet, ga diulang-ulang berkali-kali, dan ga molor waktu. Bedaaaa banget sama syuting di channel tv tetangga yang pernah gue ikutin beberapa waktu lalu, yang molor waktunya ke-ba-nge-tan!.
Nah, berhubung udah malem, dan kita mesti balik ke Bogor, akhirnya kita cuma ikut syuting satu segmen "Tahan Tawa" doang.
Logo Trans TV yang berbentuk berlian ini punya makna filosofis tersendiri
Sebelum pulang, gue dan beberapa temen nyari makan buat ganjel perut yang udah keroncongan banget, di sekitaran Trans TV. Kita pun  makan di Pecel Lela dan sempet belanja di tongkrongan gaulnye anak gaoool: Seven Eleven (Sevel), belanja makanan-makanan ringan (yang harganya ga "ringan") buat bekel makan di atas bus nanti.

!NSERT CORNER
Ketemu Peppy di lobi sebelum pulang! dan ketemu beberapa artis lainnya juga: Ben Joshua, Chika Jessica, Hesty Purwadinata, Bedu, Daus Separo, Ichsan Akbar, Shezy Idris, VJ Robby, Yuki Kato

Seneng sekali bisa punya pengalaman berkunjung sambil belajar ke Trans TV!
Nambah wawasan dan pengetahuan banget.
Selama ini teh cuma bisa liat Trans TV dari balik layar televisi doang, eh taunya punya kesempatan mengunjungi langsung gedung Trans TV dan ngeliat banyak hal baru, terutama studio-studionya yang bikin kagum dan bisa ngerasain langsung berada di dalamnya.

Terima kasih buat pihak Trans TV yang udah baik banget menerima kedatangan kita ke sana. Mas dan Mbak-nya welcome dan ramah sekali.

Terima kasih juga HIMASIERA-ku untuk kesempatan yang luar biasa ini.

*Seneng kali ya bisa kerja di sana, pake kostum hitam kebanggaan mereka itu*
One day...maybe!

***
   Note: Ini bukan postingan berbayar ataupun promosi, ini murni cerita pengalaman yang gue rasain selama berkunjung ke Trans TV.

Cheers!!
Read More..

Kamis, 03 Mei 2012

Up Grading Pengurus PSM IPB Agria Swara 2012

Wow, udah hampir dua bulan lebih looo blog ini mati suri.
Sibuk, males, ga mood ngeblog, ga ada ide = alasan dibalik mati surinya blog gue ini.
Sok Sibuk!
Okay, engga perlu banyak basa-basi lagi, kali ini gue mau ngereview sedikit tentang Up Grading Pengurus PSM IPB Agria Swara tahun 2012, yang baru saja gue dan temen-temen gue laksanain beberapa hari yang lalu.

Up Grading pengurus adalah sebuah kegiatan tahunan yang selalu dilaksanakan oleh seluruh organisasi/UKM di IPB, dalam rangka memperat hubungan sesama anggota serta mengembangkan dan meningkatkan kapasitas diri para anggota organisasi/UKM dalam berbagai bidang.

Sebagai salah satu UKM seni di IPB, PSM IPB Agria Swara tidak ketinggalan dalam melaksanakan kegiatan Up Grading. Tahun ini, Up Grading Pengurus PSM IPB Agria Swara berlangsung pada hari Minggu, 29 April 2012, bertempat di sekitaran kampus IPB.

Acara yang diketuai oleh Kak Emir Aditya (Tenor) ini berlangsung dari pukul 6 pagi hingga pukul 6 sore. Acara dibuka dengan senam pagi bersama dan pembagian kelompok Up Grading yang dilaksanakan di Taman Gladiator IPB. Acara Up Grading ini terdiri dari dua sesi: sesi pagi dan sesi siang, Sesi Pagi adalah sesi di mana masing-masing kelompok berjalan dan mendatangi satu persatu pos-pos yang tersebar di berbagai tempat di sekitaran kampus. Ada lima buah pos yang disediakan (pos Arboretrum, pos Taman Rektorat, pos GMSK, pos Audit Sylva Pertamina, pos Student Center), di mana di setiap pos akan ada permainan-permainan dan semacam uji pengetahuan yang berkaitan dengan pengembangan dan peningkatan kapasitas diri dalam berbagai bidang, seperti: kepemimpinan, komunikasi, dan lain-lain.
Sesi Siang diberi nama "Running Man". Masing-masing kelompok diberikan secarik kertas yang berisi daftar tugas-tugas dan tantangan yang harus dikerjakan dan dilaksanakan oleh setiap kelompok, dalam waktu dua jam. Sesi ini berlangsung dengan sangat seru dan dilakukan dengan sangat bersemangat oleh seluruh kelompok.

Acara terakhir adalah menampilkan penampilan bernyanyi paduan suara (lagu daerah) dari masing-masing kelompok di depan seluruh peserta dan panitia. Penampilan ini akan dinilai oleh panitia dan nilainya akan diakumulasikan dengan nilai-nilai yang diperoleh dari dua sesi sebelumnya.
Setelah penampilan super menghibur dari masing-masing kelompok, panitia pun mengumumkan urutan peringkat pemenang Up Grading 2012, dan hasilnya adalah:

Juara 1 : Kelompok Afika (Kak Dini, Eggi, Rio, Amar).
Juara 2 : Kelompok Agria Ambassador (Ka Tama, Ino, Nindy, Ganies).
Juara 3 : Kelompok Uguagua (Ka Arin, Irga, Anggi, Age, Hakiem).
Juara 4 : Kelompok Iyuh (Ka Kresna, Ka Zuma, Zia, Dita, Lulu).
Juara 5 : Kelompok Gembel (Ka Nadia, Ka Emyu, Angga, Aldi, Emil).

Acara pun ditutup dengan belajar berafirmasi bersama pembina PSM IPB Agria Swara, Pak Agus Lelana, yang sengaja diundang untuk memberikan sepatah dua patah kata di acara Up Grading ini.
***

Overall, acara Up Grading-nya seru dan menyenangkan sekali.
Engga sebatas seru-seruan, tapi banyak juga manfaat dan pembelajaran yang didapat, seperti pengetahuan yang lebih mengenai Agria Swara maupun dalam bidang manajemen organisasi, kepemimpinan, komunikasi, kerjasama dalam tim, kepribadian, dan lain-lain.

I LOVE AGRIA SWARA!
Read More..