Jumat, 11 Mei 2012

A Little Story from Trans TV

Senin kemarin, gue bersama ke-48 mahasiswa KPM (Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat) melakukan kunjungan ke Trans TV, dalam rangka kegiatan HIMGOS--Himasiera Goes To Public.
Sebelumnya gue kasih tau dulu, HIMASIERA itu adalah nama himpunan keprofesian jurusan gue (KPM), yang merupakan singkatan dari Himpunan Mahasiswa Peminat Ilmu Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat.

lanjut..

Sekitar pukul 11an kita berangkat dari Bogor menuju Trans TV dengan menggunakan bus. Ditemani obrolan rame khas anak KPM dan lagu-lagu alay yang diputer bapak supir bus, perjalanan terasa begitu menyenangkan *bukan karena lagu alay-nya lo. Setelah sukses bermacet-macet ria di jalan, sekitaran pukul 1an, bus akhirnya mendarat tepat di depan gedung Trans TV.
Trans Tipi: Milik kita bersamaaa
Setelah turun dari bus, kita semua langsung menuju gedung Trans TV, yang bersebelahan dengan gedung Trans 7 dan gedung salah satu bank swasta.
Begitu masuk.. wow! banyak anak-anak remaja ibukota dengan tampang dan pakaian yang agak kurang sedep dipandang, tengah duduk di lantai, sedang menunggu pembagian sembako syuting jadi penonton salah satu acara di Trans TV sepertinya. Oke, lupakan mereka.


Cowok paling kece di ujung paling kanan itu gue!
Sembari menunggu pihak Trans TV-nya dateng, gue dan temen-temen Solat Zohor di mushola lobinya yang ternyata lumayan sempit itu. Setelah sholat, tradisi berfoto-foto ria pun dimulai. Ga peduli diliatin orang-orang yang lalu-lalang di sekitar sana, photo is a must!.
Lama nunggu di lobi, gue cuma clangak-clinguk liat orang-orang keluar masuk gedung Trans TV, sambil ngarep ada artis yang lewat. Duh, kamseupay bin norak banget ya gue.
***
 Kunjungan dari kita diterima dengan sangat baik oleh pihak Trans TV. Kita dipersilakan masuk ke dalam sebuah ruangan bernama "ruang serba guna", yang terletak tepat di sebelah meja resepsionis. Di ruangan tersebut kita disambut oleh pihak public relation-nya Trans TV bersama satu orang mahasiswa yang tengah magang, dan diperkenalkan tetek bengek Trans TV lebih mendalam.
Perkenalan dimulai dengan menonton video company profile-nya Trans TV. Keren, tapi agak kelamaan videonya. Setelah pemutaran video, Mbak Dian Savitri (salah satu public relation) melakukan presentasi mengenai Trans TV, mulai dari sejarah berdirinya, arti logo dan visi-misinya, divisi-divisi pekerjaan yang ada di Trans TV, proses produksi dan segala macamnya. Lengkap. Informatif. Wawasan dan pengetahuan gue bertambah banget.
Mbak Dian Savitri
Gue dan temen-temen lainnya terlihat begitu antusias mendengar setiap detail penjelasan mengenai seluk-beluk Trans TV. Antuisme itu terlihat dari keseriusan dan banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh beberapa temen gue. Pertanyaan yang diajukan bervariasi, mulai dari mengenai program-program yang ada di Trans TV, program CSR Trans TV, hingga mengenai cara magang dan proses recruitment karyawan Trans TV. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh temen-temen gue tersebut dijawab dengan sangat gamblang dan "menjawab". Setelah sesi presentasi dan tanya jawab berakhir, ada pemberian cinderamata/kenang-kenangan dari kita untuk pihak Trans TV, begitupun sebaliknya pihak Trans TV memberikan kenang-kenangan untuk kita.
Setelah itu, gue dan temen-temen semua  diajak melakukan tour berkeliling gedung Trans TV. Kita dibawa untuk melihat ruangan-ruangan yang ada di sana serta studio-studio yang dipakai untuk syuting beragam program Trans TV, seperti: studio untuk syuting Reportase, Insert dan Inside, talkshow Semangat Pagi (yang dahulunya pernah dipake untuk syuting program Derings, Ceriwis, dan Online).
Perlengkapan dan teknologi yang dipake di dalam studio juga keren sekali, dan satu hal yang bikin gue dan temen-temen gue cukup tercengang adalah... studionya kecil banget, men! Gak segede dan selebar yang biasa lo liat melalui layar televisi.

"Kita pake teknologi wide camera. Jadi, meskipun aslinya studionya kecil, tapi di televisi  bakal terlihat lebih besar dan lebar", terang Mas Raditya Dwi K. (public relation-nya Trans Tv yang nemenin kita tour keliling gedung).

Woow, emejiiing!

Selain mengunjungi studio-studio yang ada di Trans TV, kita juga diajak mengunjungi control room Trans TV serta dijelasin kegunaan dan fungsi dari masing-masing ruangan kontrol tersebut. Keren. Nambah lagi ilmunya.
Setelah puas berkeliling dan terkagum-kagum dengan isi gedung Trans TV, gue dan temen-temen diizinkan untuk merasakan proses syuting secara langsung. Kita masuk ke studio 1, dan mengambil posisi duduk paling belakang (karena semua bangku yang depan-depan udah keisi sama penonton-penonton geng alay), untuk kemudian mengikuti syuting salah satu program Trans TV, bernama "Tahan Tawa". Gue akuin proses syuting di Trans TV ini orang-orangnya cukup profesional, sehingga syutingnya, terbilang cepet, ga diulang-ulang berkali-kali, dan ga molor waktu. Bedaaaa banget sama syuting di channel tv tetangga yang pernah gue ikutin beberapa waktu lalu, yang molor waktunya ke-ba-nge-tan!.
Nah, berhubung udah malem, dan kita mesti balik ke Bogor, akhirnya kita cuma ikut syuting satu segmen "Tahan Tawa" doang.
Logo Trans TV yang berbentuk berlian ini punya makna filosofis tersendiri
Sebelum pulang, gue dan beberapa temen nyari makan buat ganjel perut yang udah keroncongan banget, di sekitaran Trans TV. Kita pun  makan di Pecel Lela dan sempet belanja di tongkrongan gaulnye anak gaoool: Seven Eleven (Sevel), belanja makanan-makanan ringan (yang harganya ga "ringan") buat bekel makan di atas bus nanti.

!NSERT CORNER
Ketemu Peppy di lobi sebelum pulang! dan ketemu beberapa artis lainnya juga: Ben Joshua, Chika Jessica, Hesty Purwadinata, Bedu, Daus Separo, Ichsan Akbar, Shezy Idris, VJ Robby, Yuki Kato

Seneng sekali bisa punya pengalaman berkunjung sambil belajar ke Trans TV!
Nambah wawasan dan pengetahuan banget.
Selama ini teh cuma bisa liat Trans TV dari balik layar televisi doang, eh taunya punya kesempatan mengunjungi langsung gedung Trans TV dan ngeliat banyak hal baru, terutama studio-studionya yang bikin kagum dan bisa ngerasain langsung berada di dalamnya.

Terima kasih buat pihak Trans TV yang udah baik banget menerima kedatangan kita ke sana. Mas dan Mbak-nya welcome dan ramah sekali.

Terima kasih juga HIMASIERA-ku untuk kesempatan yang luar biasa ini.

*Seneng kali ya bisa kerja di sana, pake kostum hitam kebanggaan mereka itu*
One day...maybe!

***
   Note: Ini bukan postingan berbayar ataupun promosi, ini murni cerita pengalaman yang gue rasain selama berkunjung ke Trans TV.

Cheers!!

9 komentar:

  1. sukses selalu, pokonya yang terbaik :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thank you!
      Salam kenal, terima kasih kunjungannya, sukses juga ya..

      Hapus
  2. Mantap nih bisa ke Trans TV :o

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe iya kesempatan banget bisa berkunjung langsung ke sana :D

      Hapus
  3. pasti seru banget !! ketemu yg punya trans tv ga ? kali-kali ketemu bisa minta uang makan *eh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget!
      Haha kalo ketemu bisa kali ya minta tambahan uang jajan ke dia, sayangnya ga ketemu *berasa yang punya Trans itu bokap gue, pake minta uang jajan haha

      Hapus
  4. aku juga dulu pernah kunjungan bersama himpunan ke trans tv. keren memang teknik wide cameranya. ga nyangka studio buat derings itu kecil banget. huaaaah :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah Funy juga pernah, iya kaget banget pas masuk studionya, kok kecil banget hahaha beda banget pas di tv keliatan luaaas banget..

      Hapus
  5. kapan ya aku bisa ke stasiun tv,he ehe.Tapi gak coba gantikan presenter di insert kan??(lol)

    BalasHapus